Sensor Kecil di Mobil yang Dicari-cari

Sensor Kecil di Mobil yang Dicari-cari

- detikOto
Jumat, 25 Mar 2011 09:04 WIB
Sensor Kecil di Mobil yang Dicari-cari
Jakarta - Sensor elektronik kecil yang menghitung aliran udara ke mesin kini menjadi kekhawatiran besar bagi pabrikan otomotif. Sensor itu kini suplainya terbatas karena pabrikan yang membuatnya berhenti beroperasi sementara di Jepang menyusul gempa dan tsunami.

Seperti dilansir Wall Street Journal Asia, Jumat (25/3/2011) sensor yang diproduksi oleh Hitachi Automotive System Ltd praktis menjadi langka karena pabrik Hitachi di utara Tokyo rusak karena gempa.

Sensor seharga US$ 90 di pasaran ritel itu dipakai oleh lusinan pabrikan otomotif. Misalnya GM yang memakai sensor tersebut untuk mobil pikap. Karena terbatasnya sensor, GM terpaksa menutup pabrik di Shereveport Lousianna, AS dan mengurangi produksi di pabrik Jerman dan Spanyol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Isu suplai suku cadang mencuat, dan kami tengah bekerja dengan kedua belah pihak untuk memastikan mereka mendapatkan suku cadang. Tapi saya tidak bisa berbicara lebih lanjut soal suku cadang secara spesifik," ujar Senior Manager Human Resources Hitachi David Edwards.

Selain membuat sensor untuk GM, Hitachi juga menyuplai untuk PSA Peugeot-Citroen, Ford, Renault, Nissan, Toyota dan VW.

PSA Peugeot-Citroen sudah berencana mengurangi produksi mobil 207, C3 dan tiga model lain di Prancis.

Pabrik Hitachi di prefektur Ibaraki sudah tutup semenjak 11 Maret 2011 lalu. Perusahaan berencana membuka kembali pabrik pada 25 Maret atau 26 Maret, namun tidak bisa meyakini apakah produksinya bisa langsung pulih seperti semula.

Stok ATPM Tanah Air Hanya Cukup Sampai April

Sementara itu dari tanah air, para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mengaku sudah mengamankan stok komponen utama (tier 1) mobil namun untuk sub komponen (tier kedua dan seterusnya) belum jelas.

"Kami memang sengaja mengadakan sekarang dengan harapan informasi yang didapat bisa semakin banyak, namun ternyata sampai saat ini informasi yang kami dapat masih sedikit," kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman MR di Jakarta, Kamis,

"Untuk tier 1 (komponen utama) memang sudah aman. Namun untuk tier 1 dan 2 sampai saat ini kami pun masih belum mendapatkan informasi yang jelas dan masih terus menunggu," ujarnya.

Namun para ATPM pun mengakui produksi sampai April masih aman. "Stok kami sampai bulan April masih aman, namun bulan Mei ke depan kami belum mengetahuinya sampai saat ini," ucapnya.

"Kami berharap Jepang akan mampu bangkit dengan cepat melihat semangat yang dimilikinya, walaupun saat ini mereka masih memfokuskan dengan pasar domestik mereka, rakyat mereka," tutupnya.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads