Pabrikan Mobil Mulai Alami Kekurangan Pasokan Suku Cadang

Pabrikan Mobil Mulai Alami Kekurangan Pasokan Suku Cadang

- detikOto
Senin, 21 Mar 2011 09:15 WIB
Pabrikan Mobil Mulai Alami Kekurangan Pasokan Suku Cadang
Jakarta - Bukan hanya pabrikan Jepang saja yang terpengaruh dengan gempa dan tsunami di Jepang, pabrikan negeri lain ikut terkena dampak tsunami. Pabrikan AS General Motors menghentikan sementara operasional satu pabriknya di AS.

Seperti dilansir situs resmi GM, Senin (21/3/2011) penghentian pabrik perakitan Shreveport di Louisiana selama seminggu ini terjadi karena kurangnya pasokan suku cadang sebagai dampak dari krisis di Jepang.

Pabrik berumur 30 tahun itu merupakan tempat bernaung sekitar 923 pekerja GM. Pabrik ini menghasilkan Chevrolet Colorado dan GMC Canyon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti produsen mobil global lainnya, kami akan mengikuti perkembangan di Jepang agar bisa menghitung dampak terhadap bisnis," demikian pernyataan GM.

Penghentian produksi ini membuktikan kekhawatiran para analis kalau penghentian produksi di Jepang akan menyebabkan minimnya pasokan suku cadang di dunia.

Namun GM meyakinkan kalau pabrik tersebut akan segera beroperasi kembali. Seperti dilansir AFP, selain mobil, Jepang juga memproduksi suku cadang bagi pabrikan AS dan Eropa.

Sementara itu, pabrikan mobil Opel juga menunda operasi pabrik di Spanyol karena kekurangan suku cadang elektronik. Asosiasi Opel memperkirakan 2.400 mobil tidak akan diproduksi.

Sedankan Renault akan memotong hasil produksi hampir 20 persen di pabriknya di Busan, Korea Selatan.

Industri otomotif global saling membantu.

Sementara bantuan pun terus berdatangan untuk Jepang, mulai dari perusahaan sampai pemotor sekalipun. Di motorcycle.com, adalah Jon Bekefy dan Greg Hatton yang membantu upaya pemulihan di Jepang dengan menyiapkan sebuah kampanye pengumpulan dana bantuan.

"Kami mencintai olahraga balap sepeda motor, kami sudah lama memperoleh hidup dalam industri ini, dan kami mengendarai kendaraan yang berasal dari sana," kata Jon Bekefy.
(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads