Sejak dahulu, para pemberontak di seluruh dunia memilih Toyota Hilux sebagai 'kendaraan perang' mereka. Mobil serba guna milik Toyota ini menurut pemberontak tergolong sangat efisien.
Sebab sebuah mobil bila sudah ada di tangan para pemberontak haruslah memiliki beberapa kegunaan. Mulai dari membawa pasukan, hingga menjadi mesin perang dengan menaruh sejata berat atau bahkan pelontar rudal di atasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai kelompok pemberontak mulai dari Mogadishu, militan Pakistan, Nikaragua, Ethiopia, Rwanda, Liberia, Republik Demokratik Kongo, Libanon, Yaman, Afganistan hingga Irak dan bahkan Libya sekarang ini masih menggunakan Hilux.
Namun seperti dilansir China Car Times, Jumat (18/3/2011) sebentar lagi keadaan akan berubah. Produsen mobil China seperti GreatWall, Huanghai dan ZX Auto mulai mendekati para pemberontak dengan mobil-mobil murah mereka.
Para produsen mobil China itu menawarkan mobil-mobil perangnya dengan harga sangat murah di bawah US$ 10 ribu atau Rp 87,7 jutaan saja. Ini tentu menggiurkan.
Apalagi untuk urusan perawatan, mobil-mobil China ini cenderung mudah. Sebab mobil-mobil ini memang didasarkan pada mobil Toyota Hilux dan mobil Isuzu. Jadi ketika rusak, komponen kedua pabrikan ini bisa digunakan.
Dalam konflik dan revolusi Timur Tengah yang belakangan terjadi tampak sepeda motor dan mobil China telah berada di garis depan perang. Bahkan kabarnya, ZX Auto baru-baru ini mengirimkan lebih dari 5.000 mobil mereka untuk 'membantu' perang.
Selain itu negara yang baru bangkit dari perang seperti Afganistan dan Irak pun juga sudah mulai didekati.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek