Mobil China Geser Popularitas Hilux Sebagai Mobil Gerilyawan

Mobil China Geser Popularitas Hilux Sebagai Mobil Gerilyawan

- detikOto
Jumat, 18 Mar 2011 14:12 WIB
Mobil China Geser Popularitas Hilux Sebagai Mobil Gerilyawan
Beijing - Bila selama ini Toyota Hilux menjadi mobil favorit pilihan para gerilyawan di seluruh dunia. Predikat itu sepertinya tidak akan bertahan lama. Sebab para pemberontak di seluruh dunia kini mulai melirik mobil China.

Sejak dahulu, para pemberontak di seluruh dunia memilih Toyota Hilux sebagai 'kendaraan perang' mereka. Mobil serba guna milik Toyota ini menurut pemberontak tergolong sangat efisien.

Sebab sebuah mobil bila sudah ada di tangan para pemberontak haruslah memiliki beberapa kegunaan. Mulai dari membawa pasukan, hingga menjadi mesin perang dengan menaruh sejata berat atau bahkan pelontar rudal di atasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal inilah yang membuat Toyota Hilux sejak lama dilirik. Apalagi perawatan mobil ini dianggap lebih mudah dibanding mobil lain.

Berbagai kelompok pemberontak mulai dari Mogadishu, militan Pakistan, Nikaragua, Ethiopia, Rwanda, Liberia, Republik Demokratik Kongo, Libanon, Yaman, Afganistan hingga Irak dan bahkan Libya sekarang ini masih menggunakan Hilux.

Namun seperti dilansir China Car Times, Jumat (18/3/2011) sebentar lagi keadaan akan berubah. Produsen mobil China seperti GreatWall, Huanghai dan ZX Auto mulai mendekati para pemberontak dengan mobil-mobil murah mereka.

Para produsen mobil China itu menawarkan mobil-mobil perangnya dengan harga sangat murah di bawah US$ 10 ribu atau Rp 87,7 jutaan saja. Ini tentu menggiurkan.

Apalagi untuk urusan perawatan, mobil-mobil China ini cenderung mudah. Sebab mobil-mobil ini memang didasarkan pada mobil Toyota Hilux dan mobil Isuzu. Jadi ketika rusak, komponen kedua pabrikan ini bisa digunakan.

Dalam konflik dan revolusi Timur Tengah yang belakangan terjadi tampak sepeda motor dan mobil China telah berada di garis depan perang. Bahkan kabarnya, ZX Auto baru-baru ini mengirimkan lebih dari 5.000 mobil mereka untuk 'membantu' perang.

Selain itu negara yang baru bangkit dari perang seperti Afganistan dan Irak pun juga sudah mulai didekati.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads