Libya Krisis, Pengendara di Spanyol Dilarang Ngebut

Libya Krisis, Pengendara di Spanyol Dilarang Ngebut

- detikOto
Rabu, 09 Mar 2011 09:56 WIB
Libya Krisis, Pengendara di Spanyol Dilarang Ngebut
Madrid - Krisis yang melanda Timur Tengah khususnya Libya mulai menuai situasi negatif. Selain membuat harga minyak dunia melambung, krisis di negara Afrika Utara itu pun ternyata membuat mobil di Spanyol tidak boleh lagi ngebut. Lho apa hubungannya ya?

Ternyata harga BBM penjadi penyebab Spanyol memaksa warganya untuk jangan mengebut. Karena dengan mengebut, konsumsi bahan bakar sebuah kendaraan tentu akan meningkat, padahal minyak mulai menjadi barang yang langka.

Seperti dikutip dari Autocar, Rabu (9/3/2011), Spanyol terpaksa harus memangkas batas kecepatan nasional maksimal dari 120 km per jam menjadi 110 km per jam karena naiknya harga minyak yang dipicu oleh krisis di Libya dan wilayah Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suplai bahan bakar Spanyol sendiri saat ini sangat tergantung dengan pasokan bahan bakar impor yang menurut BBC, 13 persen diantaranya di dapat dari Libya, tempat dimana bentrokan dan kekerasan telah memaksa harga minyak dunia melonjak.

Beberapa hari lalu, kampanye pengurangan kecepatan ini sudah mulai direalisasi. Para pekerja diperintahkan untuk memasang lebih dari 6.000 tanda batas kecepatan dari 120 km perjam menjadi 110 km per jam.

"Kita berjalan dengan sedikit lambat dan kita bisa mengkonsumsi bahan bakar yang lebih sedikit dan membayar dengan lebih sedikit uang," ungkap Deputi Perdana Menteri Alfredo Perez Rubalcaba.

Terang saja kebijakan ini banyak yang menentangnya. Partai oposisi bahkan
mengatakan kalau langkah pemerintah ini tidaklah efektif. "Apa selanjutnya?
Apakah pemerintah akan membuat orang pergi tidur lebih awal untuk menghemat konsumsi cahaya juga?," gugat mereka.

Namun pemerintah Spanyol bersikeras kalau pengurangan batas kecepatan ini akan menghemat 15 persen bahan bakar, meskipun oposisi mengklaim angka yang sebenarnya adalah sekitar lima persen saja.

Selain pengurangan batas kecepatan tadi, tindakan-tindakan lain yang
diperkenalkan oleh pemerintah Spanyol untuk merespons krisis di Libya adalah potongan harga kereta api agar warganya tidak lagi memakai kendaraan pribadi, subsidi untuk lampu hemat energi dan subsidi ban mobil low-rolling resistance.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads