Ternyata harga BBM penjadi penyebab Spanyol memaksa warganya untuk jangan mengebut. Karena dengan mengebut, konsumsi bahan bakar sebuah kendaraan tentu akan meningkat, padahal minyak mulai menjadi barang yang langka.
Seperti dikutip dari Autocar, Rabu (9/3/2011), Spanyol terpaksa harus memangkas batas kecepatan nasional maksimal dari 120 km per jam menjadi 110 km per jam karena naiknya harga minyak yang dipicu oleh krisis di Libya dan wilayah Arab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari lalu, kampanye pengurangan kecepatan ini sudah mulai direalisasi. Para pekerja diperintahkan untuk memasang lebih dari 6.000 tanda batas kecepatan dari 120 km perjam menjadi 110 km per jam.
"Kita berjalan dengan sedikit lambat dan kita bisa mengkonsumsi bahan bakar yang lebih sedikit dan membayar dengan lebih sedikit uang," ungkap Deputi Perdana Menteri Alfredo Perez Rubalcaba.
Terang saja kebijakan ini banyak yang menentangnya. Partai oposisi bahkan
mengatakan kalau langkah pemerintah ini tidaklah efektif. "Apa selanjutnya?
Apakah pemerintah akan membuat orang pergi tidur lebih awal untuk menghemat konsumsi cahaya juga?," gugat mereka.
Namun pemerintah Spanyol bersikeras kalau pengurangan batas kecepatan ini akan menghemat 15 persen bahan bakar, meskipun oposisi mengklaim angka yang sebenarnya adalah sekitar lima persen saja.
Selain pengurangan batas kecepatan tadi, tindakan-tindakan lain yang
diperkenalkan oleh pemerintah Spanyol untuk merespons krisis di Libya adalah potongan harga kereta api agar warganya tidak lagi memakai kendaraan pribadi, subsidi untuk lampu hemat energi dan subsidi ban mobil low-rolling resistance.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!