'Bukan Bajaj yang Kemurahan, Tapi Motor Jepang Kemahalan'

'Bukan Bajaj yang Kemurahan, Tapi Motor Jepang Kemahalan'

- detikOto
Selasa, 08 Mar 2011 13:04 WIB
Bukan Bajaj yang Kemurahan, Tapi Motor Jepang Kemahalan
Sentul - Pabrikan motor India Bajaj mencoba membalik kenyataan. Bajaj menilai motor keluaran mereka tidaklah kemurahan, justru sebaliknya motor-motor Jepang lah yang sudah kemahalan.

Produsen motor Bajaj baru saja mengeluarkan Pulsar 220 dengan harga Rp 18,6 juta. Harga itu bagi beberapa kalangan tergolong murah.

Vice President Director PT Bajaj Auto Indonesia (BAI), Dinesh Kulkarni menegaskan kalau harga yang mereka patok itu adalah harga yang cocok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi bisa dibilang, bukan Bajaj yang menjual motor terlalu murah, melainkan malah produsen Jepang yang menjual motor terlalu mahal.

"Pulsar 220 tidak akan merusak pasar. Harga yang kami tetapkan adalah harga yang seharusnya bagi sebuah motor sport di Indonesia. Seharusnya," tegas Kulkarni di sela-sela peluncuran Bajaj Pulsar 220 di Sirkuit Sentul, Selasa (8/3/2011).

Namun meski begitu, kualitas Pulsar menurut Kulkarni bisa diadu dengan kualitas motor Jepang.

Bajaj Pulsar 220




Seperti diketahui, saingan Pulsar 220 yakni Honda Tiger dilepas dengan harga Rp 24,9 juta dan Yamaha Scorpio dibanderol dengan angka Rp 23,5 juta.

Sales Function Head BAI, Budi Dirgantoro di tempat yang sama menjelaskan kalau sebelum meluncurkan Pulsar 220, Bajaj telah mewawancarai sekitar 50 orang responden menyangkut harga jual motor mereka ini.

"Pertanyaannya meliputi harga berapa sebuah motor sport yang murah dan ingin mereka beli. Lalu harga motor berapa yang murah dan mereka anggap murahan. Lalu ada lagi berapa harga motor mahal yang mau mereka beli. Dan berapa harga motor mahal yang mereka anggap kemahalan. Dari semua itu, kita temukan angka Rp 18,6 juta tadi," beber Budi.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan kalau motor-motor Bajaj memang diposisikan lebih murah sekitar 20 persen dibanding motor-motor Jepang. Strategi ini menurutnya dilakukan untuk lebih mendekatkan Bajaj ke para penggunanya.

"Kita ambil risiko daripada kita ikut kompetitor yang jual motor dengan harga mahal. Tapi soal kualitas, kita berani adu kualitas kita dengan motor Jepang sama," pungkas Budi.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads