Hasil tersebut diumumkan oleh State Farm yang didasarkan pada survei online. Ini tentu berbahaya. Hasil tersebut diindikasi terjadi karena meningkatnya populasi ponsel cerdas di dunia.
Seperti dilansir autoevolution, survei tersebut dibuat dengan melibatkan 912 orang di Amerika yang memiliki SIM yang masih berlaku, mengemudi minimal satu jam per minggu, dan memiliki sebuah ponsel cerdas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, sebagian besar dari pengemudi ini mengatakan mereka hanya melakukan hal negatif tersebut ketika mobilnya berhenti di lampu merah atau ketika mereka terjebak dalam lalu lintas yang macet.
Selain itu, mereka umumnya mengatakan bahwa mereka 'terpaksa' mengakses internet pada saat mengemudi sendirian di siang hari.
Saat ini sekitar 40 persen dari penduduk Amerika sudah memiliki smartphone, terutama kalangan muda. Dengan demikian, risiko kecelakaan yang berkaitan dengan penggunaan telepon saat mengemudi disana cenderung tinggi.
"Kami sangat tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang tren yang sedang
berkembang menggunakan Website saat mengemudi," ungkap Direktur Teknologi Auto Penelitian di State Farm, Cindy Garretson.
"Kami bekerja untuk mencegah kecelakaan dan menyelamatkan nyawa, dan penelitian ini membawa kita satu langkah lebih dekat untuk memahami gangguan pengemudi yang mempengaruhi semua orang di jalan raya kita," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!