Kemacetan di Mata Pabrikan Mobil

Kemacetan di Mata Pabrikan Mobil

- detikOto
Rabu, 23 Feb 2011 18:09 WIB
Kemacetan di Mata Pabrikan Mobil
Jakarta - Pabrikan mobil acap kali dituding jadi penyebab kemacetan parah di Jakarta. Apakah benar? Bagaimana solusi yang betul dalam mengatasi kemacetan?

"Lho kok kami yang disalahkan. Kami itu memberikan solusi, dengan memberikan lapangan kerja," ujar Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan di Hotel Indonesia-Kempinski, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Johnny menilai untuk kemacetan seharusnya bukan produsen yang disalahkan. "Mungkin memang infrastrukturnya yang salah, seperti fasilitas transportasi massal yang tidak memadai," kata Johnny.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu bisa saja karena faktor infrastruktur jalan yang kurang, dimana fasilitas jalanan yang sudah tidak menampung. "Dan mungkin saja kembali kepada si pengendaranya tersebut, yang tidak mengindahkan peraturan lalu lintas dengan mengendarai kendaraan dengan sembarangan. Jadi kemacetan ini bukan sepenuhnya kesalahan kami,"tutup Jonny.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR di Kantor Kementerian Perindustrian. Sudirman yang juga ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ini mengatakan untuk menekan kemacetan pengendara harus disiplin. Soalnya ketidakdisiplinan pengendara menentukan tingkat kemacetan.

"Kalau semua pengendara tertib lalu lintas tidak menyebabkan kemacetan," tandas Sudirman.

Selain itu kemacetan juga seperti yang dijelaskan Sudirman disebabkan insfrastruktur jalan rusak. "Seperti galian, bahu jalan digunakan untuk parkir," tutupnya.

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra menambahkan jika pendapatan per kapita Indonesia di bawah US$ 3.000 maka sepeda motor yang berkembang. Sebaliknya jika di atas US$ 3.000, kendaraan roda empat yang bakal berkembang.

"Pertumbuhan otomotif di Indonesia sangat signifikan. Jika pendapatan perkapita di bawah US$ 3.000 maka sepeda motor yang berkembang. Jika di atas US$ 3.000, kendaraan roda empat," kata Amelia.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads