"Lho kok kami yang disalahkan. Kami itu memberikan solusi, dengan memberikan lapangan kerja," ujar Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan di Hotel Indonesia-Kempinski, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Johnny menilai untuk kemacetan seharusnya bukan produsen yang disalahkan. "Mungkin memang infrastrukturnya yang salah, seperti fasilitas transportasi massal yang tidak memadai," kata Johnny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR di Kantor Kementerian Perindustrian. Sudirman yang juga ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ini mengatakan untuk menekan kemacetan pengendara harus disiplin. Soalnya ketidakdisiplinan pengendara menentukan tingkat kemacetan.
"Kalau semua pengendara tertib lalu lintas tidak menyebabkan kemacetan," tandas Sudirman.
Selain itu kemacetan juga seperti yang dijelaskan Sudirman disebabkan insfrastruktur jalan rusak. "Seperti galian, bahu jalan digunakan untuk parkir," tutupnya.
Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra menambahkan jika pendapatan per kapita Indonesia di bawah US$ 3.000 maka sepeda motor yang berkembang. Sebaliknya jika di atas US$ 3.000, kendaraan roda empat yang bakal berkembang.
"Pertumbuhan otomotif di Indonesia sangat signifikan. Jika pendapatan perkapita di bawah US$ 3.000 maka sepeda motor yang berkembang. Jika di atas US$ 3.000, kendaraan roda empat," kata Amelia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak