Faktor manusia itu ternyata mengambil kontribusi terhadap kecelakaan hingga 90 persen. Di tahun 2010 silam menurut Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Kanton Pinem ada lebih dari 10 ribu kecelakaan.
Dari angka kecelakaan itu 3.000 orang luka berat. Dan 1.048 orang meninggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari seribuan orang yang meninggal di jalan itu sebagian besar adalah pengendara motor. Di tahun 2009 ada 832 pengendara motor yang meninggal dan di tahun 2010 ada 735 orang meninggal.
"Cara paling mudah untuk menghindari kecelakaan adalah tertib berlalu lintas. Tertiblah sejak dari rumah. Tertib itu berarti patuhi peraturan lalu lintas, patuhi petugas dan jaga kecepatan," jelasnya.
Menurut data, dari seluruh kecelakaan di tahun 2009, 55,6 persennya melibatkan sepeda motor. Sementara 88 persen korban kecelakaan tersebut menderita cedera kepala.
"Banyak kecelakaan yang terjadi bukan karena faktor teknis, namun karena pengendara lepas kendali. Kebiasaan ngebut karena ingin segera sampai ke tempat tujuan sering membuat pengendara kehilangan toleransi dan tidak respect terhadap pengguna jalan yang lain," timpal Presiden Director Adira Insurance, Willy Suwandi Dharma di tempat yang sama.
Ubah Paradigma
Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan di Indonesia. Namun cara yang paling efektif adalah dengan merubah paradigma masyarakat.
Pemikiran individualistis yang saat ini banyak menghinggapi pengguna kendaraan harus segera diubah dan kita harus membuat keselamatan menjadi budaya.
"Cara paling efektif untuk jangka panjang adalah dengan merubah prilaku. Karena setelah prilaku diikuti banyak orang, itu akan jadi kultur. Karena itu mari kita coba ganti paradigma," ungkap perwakilan Dunamis Organization Service, Tommy Sudjarwadi.
"Kayak batik 6 tahun lalu. Dulu, kalau saya pakai batik pasti ada yang nanya, siapa yg mau nikah. Karena pemikirannya batik itu dipakai untuk datang ke nikahan. Tapi sekarang kan tidak lagi. Karenanya, paradigma harus diganti. Keselamatan berguna untuk saya, keselamatan berguna untuk semua, keselamatan berguna untuk negara," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Kanton Pinem pun mengiyakannya. Pinem mengungkapkan kalau kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas dianggap mampu mengurangi dan mengantisipasi kecelakaan yang terjadi.
"Bukan hanya 'oh ada polisi, saya harus tertib'. 'Oh ada polisi saya, tidak boleh melanggar'. Jangan seperti itu, karena awal kecelakaan adalah pelanggaran," ungkapnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas