"Dari konteks teknis, memang spesifikasi mesin Karimun (dan juga Katana, Jimny, Carry 1000, dan Forsa) adalah mesin berkompresi rendah, yang cocoknya memang pakai BBM dengan oktan di bawah 90. Pemakaian BBM dengan oktan tinggi tidak serta merta membuat mesin jadi lebih efisien," ujar Ketua Karimun Club Indonesia Pujiyono Wahyuhadi yang juga Kabid Humas Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif (FK3O) kepada detikOto.
Agar mesin efisien dan sesuai dengan oktan harus dilakukan penyetelan mesin. "Minimal di timing pengapiannya agar BBM dengan oktan tinggi ini dapat digunakan secara efisien di mesin-mesin yang berkompresi rendah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di sisi lain, penghapusan subsidi juga harus mampu meningkatkan daya beli masyarakat atau bisa juga menyediakan infrastruktur energi alternatif, misalnya BBG.
"Hal ini bisa berkaca pada konversi subsidi minyak tanah ke elpiji. BBG memang sudah ada tapi infrastrukturnya (seperti SPBBG) yang masih minim. Kalau saya ganti mobil saya dengan BBG, terus ngisinya kemana? Di sinilah blundernya pemerintah," ujarnya.
Dirinya menghimbau pemerintah untuk melakukan kebijakan yang terintegrasi (integrated policy) dan tidak diskriminatif bila memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak.Β
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu