Sebab target Obama menjual 1 juta unit mobil yang bisa dicolok ke listrik dalam empat tahun kedepan dianggap para pelaku industri adalah sesuatu yang mustahil mengingat infrastruktur dan permintaan konsumen yang belum begitu tinggi meski dua mobil listrik pertama yakni Nissan LEAF dan Chevrolet Volt mendapat respons yang baik.
Sebuah panel ahli industri otomotif yang berisi para pelaku industri, ilmuwan
energi, wakil-wakil dari kelompok lingkungan hidup dan akademisi menuliskan keraguan mereka tersebut dalam sebuah laporan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memang berambisi untuk membanjiri pasar mobil AS dengan mobil listrik. Berbagai cara dia lakukan agar negaranya tidak lagi tergantung pada minyak bumi yang cadangannya makin menipis dan harganya makin menggila.
"Dengan lebih banyak riset dan insentif, kita dapat mematahkan ketergantungan kita pada minyak dengan biofuel dan menjadi negara pertama yang memiliki satu juta kendaraan listrik di jalan pada tahun 2015," katanya.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah Obama telah menawarkan insentif atau subsidi setinggi US$ 7.500 (Rp 67,5 jutaan) bagi konsumen yang mau membeli mobil plug-in listrik dan menyiapkan dana hingga US$ 2,4 miliar (Rp 216,3 triliun) untuk penelitian baterai dan manufaktur mobil listrik.
Tapi ternyata dengan subsidi sebesar itu, daya serap publik untuk mobil listrik ternyata masih juga belum tinggi dan masih memilih mobil berbahan bakar konvensional seperti bensin dan solar.
Di Amerika sendiri harga Nissan Leaf sekitar US$ 32.780 (Rp 295,4 juta) dan
Chevrolet Volt berharga US$ 41.000 (Rp 369,5 juta). Harga ini menurut beberapa kalangan masih lebih mahal dibanding mobil gas yang juga ramah lingkungan yang saat ini dilepas dengan harga sekitar US$ 20.000 (Rp 180,2 juta).
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?