Ambisi Mobil Listrik Obama Bagai Mission Impossible

Ambisi Mobil Listrik Obama Bagai Mission Impossible

- detikOto
Jumat, 04 Feb 2011 17:57 WIB
Ambisi Mobil Listrik Obama Bagai Mission Impossible
Washington - Presiden AS Barack Obama berambisi untuk melepas 1 juta mobil listrik di jalanan Amerika Serikat hingga tahun 2015 mendatang. Tapi bagi beberapa kalangan, ambisi Obama ini bagai sebuah mission impossible.

Sebab target Obama menjual 1 juta unit mobil yang bisa dicolok ke listrik dalam empat tahun kedepan dianggap para pelaku industri adalah sesuatu yang mustahil mengingat infrastruktur dan permintaan konsumen yang belum begitu tinggi meski dua mobil listrik pertama yakni Nissan LEAF dan Chevrolet Volt mendapat respons yang baik.

Sebuah panel ahli industri otomotif yang berisi para pelaku industri, ilmuwan
energi, wakil-wakil dari kelompok lingkungan hidup dan akademisi menuliskan keraguan mereka tersebut dalam sebuah laporan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada tantangan besar dalam pemasaran Nissan LEAF atau Chevy Volt untuk beradaptasi dan menjual mereka ke arus utama para pembeli mobil. Sampai saat ini rencana produksi mobil masih 'akan cukup hati-hati," ungkap dekan Public and Environmental Affairs, Indiana University, John Graham seperti detikOto kutip dari Washington Post, Jumat (4/2/2011).

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memang berambisi untuk membanjiri pasar mobil AS dengan mobil listrik. Berbagai cara dia lakukan agar negaranya tidak lagi tergantung pada minyak bumi yang cadangannya makin menipis dan harganya makin menggila.

"Dengan lebih banyak riset dan insentif, kita dapat mematahkan ketergantungan kita pada minyak dengan biofuel dan menjadi negara pertama yang memiliki satu juta kendaraan listrik di jalan pada tahun 2015," katanya.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah Obama telah menawarkan insentif atau subsidi setinggi US$ 7.500 (Rp 67,5 jutaan) bagi konsumen yang mau membeli mobil plug-in listrik dan menyiapkan dana hingga US$ 2,4 miliar (Rp 216,3 triliun) untuk penelitian baterai dan manufaktur mobil listrik.

Tapi ternyata dengan subsidi sebesar itu, daya serap publik untuk mobil listrik ternyata masih juga belum tinggi dan masih memilih mobil berbahan bakar konvensional seperti bensin dan solar.

Di Amerika sendiri harga Nissan Leaf sekitar US$ 32.780 (Rp 295,4 juta) dan
Chevrolet Volt berharga US$ 41.000 (Rp 369,5 juta). Harga ini menurut beberapa kalangan masih lebih mahal dibanding mobil gas yang juga ramah lingkungan yang saat ini dilepas dengan harga sekitar US$ 20.000 (Rp 180,2 juta).

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads