Langkah selanjutnya yang diambil Honda yakni meningkatkan produksi Honda CR-V ke AS di salah satu pabrik Honda di AS mulai musim gugur nanti. Kebijakan itu diambil sebagai langkah pemulihan.
"Struktur keuntungan kita telah meningkat berterima kasih lah kepada sistem operasi luar negeri yang kuat dan area ekspor yang tangguh dari Jepang," kata Chief Financial Officer Honda, Yoichi Hojo seperti dilansir Reuters, Rabu (2/2/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pabrikan Jepang lain seperti Toyota dan Nissan sudah mengatakan terpukul akibat menguatnya nilai yen terhadap dolar AS. Satu persatu mereka harus menghentikan kegiatan produksi mobil untuk pasar global.
Salah satunya Nissan yang harus memaksimalkan produksi Nissan di Thailand untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif global sementar di Jepang dihentikan untuk dan hanya memenuhi pasar domestik Jepang.
Terakhir Daihatsu harus menghentikan produksinya di Eropa.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi