Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mulai menciptakan mobil penyapu ranjau paku ini pada tahun 2007. Saat itu, petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, menerima banyak keluhan warga mengenai adanya ranjau paku.
"Waktu Dirlantas Kombes Condro Kirono, anak buah saya Bripka Aritonang sering menerima laporan warga soal paku-paku di jalan," kata petugas logistik Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Edhy S kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu, masih pakai gagang dari besi, kemudian ujungnya diberi magnet untuk menarik paku-paku tersebut," jelas Edhy.
Aritonang pun ke lokasi ranjau paku itu menggunakan motor. Dia kemudian berjalan menyusuri jalan sambil memegang tongkat bermagnet tersebut, menyapu paku-paku.
Melihat hal itu, Edhy kemudian tercetus pikiran untuk membuat alat yang bisa lebih praktis lagi. "Saya kasihan lihat anak buah saya harus kerja cara manual gitu. Saya kemudian timbul ide untuk membuat penyapu magnet dari mobil golf car," katanya.
Edhy kemudian meminta izin Kombes Condro Kirono (sekarang Brigjen) untuk menggunakan mobil tersebut sebagai alat penyapu paku. Sinyal hijau, keluar dari Condro Kirono untuk membuat alat tersebut.
"Akhirnya, saya modifikasi lagi mobil tersebut," katanya.
Mobil golf car itu sendiri, tadinya diperuntukkan sebagai alat mobilisasi para perwira di lingkungan Markas Polda Metro Jaya. "Ini kan mobil buat 'babeh-babeh' kalau capek jalan kaki," ujarnya sambil tersenyum.
Magnet Speaker
Di mobil kecil itu, Edhy kemudian memasang 7 buah magnet berbentuk bulat di ujung depan mobil tersebut. Tujuh magnet itu kemudian disambungkan dengan lempengan besi sebagai penyatu.
"Magnetnya sendiri dari bekas komponen speaker," katanya.
Di tengah-tengah lempengan besi panjang itu kemudian dipasang hidrolik. Hidrolik itu untuk mengatur derajat kemiringan lempengan magnet sesuai keinginan.
Dengan kemahiran Edhy dalam bidang otomotif, akhirnya terciptalah sebuah mobil untuk menyapu paku-paku di jalanan. Mobil tersebut juga terdapat di Polres Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
"Masing-masing Polres ada satu," katanya.
Mobil tersebut, dapat menarik logam-logam seperti paku, baut, mur cukup banyak. "Dalam satu lokasi, paling 1 kilogram paku yang kita dapat," kata dia.
Sementara itu, Wakil Kasat Penegakan dan Pengaturan Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Gunawan mengatakan, kendaraan tersebut beroperasi tanpa hari yang ditentukan. "Selama ada keluhan masyarakat, kita terjun ke lokasi. Kalau tidak ada keluhan, kita tidak beroperasi," kata Gunawan.
"Jadi, masyarakat diimbau untuk dapat menginformasikan lokasi-lokasi yang terdapat ranjau paku ke petugas TMC di nomor 021-5276001 atau melalui twitter TMC dengan akun @TMCPoldaMetro," lanjut Gunawan.
Khusus untuk petugas TMC Polda Metro Jaya, mobil penyapu beroperasi di sekitar Jl Gatot Subroto mulai Pancoran hingga Kuninang, Cawang hingga Slipi dan Bundaran CSW hingga Harmoni. Penyapuan, dilakukan pada pagi hari.
"Karena penebar, biasanya menyebarkan paku pada malam hari dengan sasaran masyarakat yang hendak kerja di pagi hari," katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Tomex Korniawan menilai, mobil golf car cukup efektif untuk membersihkan paku-paku di jalanan. "Sejauh ini, dengan adanya satu unit mobil golf car di masing-masing Polres, cukup bisa mengantisipasi adanya ranjau paku," kata Tomex saat dihubungi secara terpisah.
"Masyarakat, kami imbau untuk berhati-hati saat melintas di jalanan yang rawan ranjau paku," tutup Tomex.
(mei/ddn)










































