Pajak Kendaraan Triliunan, Tapi Jalan Kok Masih Jelek?

Pajak Kendaraan Triliunan, Tapi Jalan Kok Masih Jelek?

- detikOto
Selasa, 25 Jan 2011 14:07 WIB
Pajak Kendaraan Triliunan, Tapi Jalan Kok Masih Jelek?
Jakarta - Pertumbuhan otomotif baik motor maupun mobil dari tahun ke tahun makin meningkat. Bahkan di tahun 2010 total Rp 79,50 triliun masuk kas negara dari pajak kendaraan yang dibayarkan konsumen.

"Industri otomotif merupakan kontributor terbesar nomor 3 bagi Indonesia," ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Angka sebesar itu didapat dari berbagai macam pajak yang dibebankan pemerintah terhadap para pembeli kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) dan PPH saja sudah Rp 63,54 trilun masuk ke kas negara. Ini merupakan porsi terbesar yang dipungut negara dari konsumen.

Sementara untuk Bea Balik Nama (BBN) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang ditarik pemerintah daerah di dapat angka Rp 15,96 triliun. Sehingga total ada Rp 79,50 trilun dana yang ditarik dari masyarakat pembeli kendaraan di tahun 2010.

"Untuk Jakarta BBN dan PKB yang dibayar tahun 2010 mencapai Rp 7 triliun dan menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah. BBN dan PKB ini menyumbang 65 persen dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) Jakarta," jelasnya.

"Tapi kenapa jalanan dan infrastruktur masih belum bagus, saya tidak tahu," ujarnya.

Seperti diketahui, di tahun 2010 lalu ada 764.710 unit mobil terjual. Angka ini naik 58,1 persen dibanding tahun 2009 dan merupakan penjualan mobil terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Sementara motor di tahun 2010 terjual sebanyak 7.398.644 unit motor yang naik drastis dari tahun 2009.



(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads