Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menjelaskan kalau standar emisi Euro2 yang diterapkan pada kendaraan yang beredar di Indonesia membutuhkan bahan bakar dengan oktan 91. Jadi Premium yang beroktan 88, dianggap sudah tidak cocok lagi.
"Di tahun 2005, Pemerintah Indonesia sudah menerapkan Standar Euro2 yang lebih cocok dengan oktan 91. Jadi mobil-mobil yang keluar sejak tahun 2005 ke atas sebenarnya sudah tidak cocok lagi pakai Premium yang 88," ujarnya di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini saya enggak bakal ngomong dari sisi penjualan, mari kita ngomong dari segi teknisnya saja," tandas Presdir PT Hyundai Motor Indonesia ini.
Karena kenyataan itulah, Gaikindo menurut Djongkie patuh pada rencana kebijakan pemerintah karena dari sisi teknis memang mengharuskan hal tersebut.
"Asal harga minyak dunia jangan sampai US$ 180 perbarelnya. Karena kalau sampai segitu, Pertamax yang tidak disubsidi harganya bisa sampai Rp 12 ribu," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi