Premium Tidak Cocok dengan Mobil Keluaran Mulai 2005

Premium Tidak Cocok dengan Mobil Keluaran Mulai 2005

- detikOto
Selasa, 25 Jan 2011 12:55 WIB
Premium  Tidak Cocok dengan Mobil Keluaran Mulai 2005
Jakarta - Pemerintah berencana akan melarang pembelian bensin bersubsidi untuk mobil pribadi beberapa bulan lagi. Secara teknis, Premium memang sudah tidak cocok untuk mesin mobil baru.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menjelaskan kalau standar emisi Euro2 yang diterapkan pada kendaraan yang beredar di Indonesia membutuhkan bahan bakar dengan oktan 91. Jadi Premium yang beroktan 88, dianggap sudah tidak cocok lagi.

"Di tahun 2005, Pemerintah Indonesia sudah menerapkan Standar Euro2 yang lebih cocok dengan oktan 91. Jadi mobil-mobil yang keluar sejak tahun 2005 ke atas sebenarnya sudah tidak cocok lagi pakai Premium yang 88," ujarnya di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang kan kalau kita ngegas ada bunyi krik-krik di mesin, dikiranya ada jangkrik di mesin, padahal enggak ada. Itu akibat pembakaran yang tidak sempurna dan penggunaan oktan dibawah batas (RON 91) akan membuat mobil lebih boros dan polusi tinggi," cetusnya.

"Di sini saya enggak bakal ngomong dari sisi penjualan, mari kita ngomong dari segi teknisnya saja," tandas Presdir PT Hyundai Motor Indonesia ini.

Karena kenyataan itulah, Gaikindo menurut Djongkie patuh pada rencana kebijakan pemerintah karena dari sisi teknis memang mengharuskan hal tersebut.

"Asal harga minyak dunia jangan sampai US$ 180 perbarelnya. Karena kalau sampai segitu, Pertamax yang tidak disubsidi harganya bisa sampai Rp 12 ribu," ujarnya.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads