Wakil Presiden Asia Pasifik bidang Otomotif dan Transportasi dari Frost & Sullivan, Vivek Vaidya mengatakan langkah ini bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah mobil yang menyesaki ibukota.
"Penghancuran kendaraan bila sudah mencapai batas usia tertentu sebelum membeli mobil baru bisa dilakukan," ujarnya di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi potensi pertumbuhan mobil menurut Vaidya masih sangat besar. Sebab dari 1.000 penduduk di Indonesia baru sekitar 15-20 orang saja yang punya mobil. Padahal jumlah penduduk di Indonesia sangatlah besar yakni lebih dari 230 juta orang.
"Kalau itu diberlakukan, kami malah senang. Ibaratnya lem biru, buang ganti yang baru. Tapi sekarang saja di jalan kita masih melihat mobil-mobil yang sudah tidak layak jalan masih berkeliaran," timpal Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto di Jakarta, Selasa (25/1/2011).
Sementara itu pembangunan transportasi massal pun menurut Jongkie tidak akan terpengaruh banyak dengan peningkatan populasi mobil.
Sebab meski sudah ada transportasi massal yang cepat dan nyaman, orang Indonesia diprediksi tetap akan beli mobil.
"Senin sampai Jumat, semua memang akan pakai MRT, tapi di Sabtu-Minggu, baru jalanan macet karena semua pakai mobilnya Sabtu-Minggu," pungkasnya.
Sementara menanggapi buruknya kualitas angkutan umum di Indonesia, Kasi Teknologi Kendaraan LLAJ, Saiful Bachri pun berpendapat yang sama.
"Kami sih maunya, scraping (dihancurkan). Tapi bagaimana, pasti mereka (operator) tentang," ujarnya di tempat yang sama.
"Memang setiap enam bulan ada uji KIR (kelayakan), tapi mereka (pemilik bus) untuk lulus itu menservis bus sebelum di KIR. Sayangnya mereka servis ya hanya untuk KIR saya, setelahnya tidak," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda