Kendaraan Tua Dilem Biru Saja?

Kendaraan Tua Dilem Biru Saja?

- detikOto
Selasa, 25 Jan 2011 12:28 WIB
Kendaraan Tua Dilem Biru Saja?
Jakarta - Kemacetan menjadi momok yang mengesalkan semua warga kota besar, khususnya Jakarta. Salah satu solusi yang mampu membuat populasi mobil turun adalah dengan menghancurkan mobil-mobil yang sudah berusia lanjut alias dilem biru (dilempar beli yang baru).

Wakil Presiden Asia Pasifik bidang Otomotif dan Transportasi dari Frost & Sullivan, Vivek Vaidya mengatakan langkah ini bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah mobil yang menyesaki ibukota.

"Penghancuran kendaraan bila sudah mencapai batas usia tertentu sebelum membeli mobil baru bisa dilakukan," ujarnya di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vaidya lalu menjelaskan kalau solusi bagi kemacetan harus segera dilakukan. "Karena Jakarta adalah kota dengan pergerakan jalan paling lambat dari 23 kota lain di 23 negara," tandasnya.

Apalagi potensi pertumbuhan mobil menurut Vaidya masih sangat besar. Sebab dari 1.000 penduduk di Indonesia baru sekitar 15-20 orang saja yang punya mobil. Padahal jumlah penduduk di Indonesia sangatlah besar yakni lebih dari 230 juta orang.

"Kalau itu diberlakukan, kami malah senang. Ibaratnya lem biru, buang ganti yang baru. Tapi sekarang saja di jalan kita masih melihat mobil-mobil yang sudah tidak layak jalan masih berkeliaran," timpal Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto di Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Sementara itu pembangunan transportasi massal pun menurut Jongkie tidak akan terpengaruh banyak dengan peningkatan populasi mobil.

Sebab meski sudah ada transportasi massal yang cepat dan nyaman, orang Indonesia diprediksi tetap akan beli mobil.

"Senin sampai Jumat, semua memang akan pakai MRT, tapi di Sabtu-Minggu, baru jalanan macet karena semua pakai mobilnya Sabtu-Minggu," pungkasnya.

Sementara menanggapi buruknya kualitas angkutan umum di Indonesia, Kasi Teknologi Kendaraan LLAJ, Saiful Bachri pun berpendapat yang sama.

"Kami sih maunya, scraping (dihancurkan). Tapi bagaimana, pasti mereka (operator) tentang," ujarnya di tempat yang sama.

"Memang setiap enam bulan ada uji KIR (kelayakan), tapi mereka (pemilik bus) untuk lulus itu menservis bus sebelum di KIR. Sayangnya mereka servis ya hanya untuk KIR saya, setelahnya tidak," tandasnya.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads