Padahal sebulannya, Pemerintah Beijing hanya akan mengeluarkan 20.000 unit saja.
Seperti dikutip China Daily, Senin (3/1/2011) situs pemerintah Beijing yang mengurusi soal transportasi itu menuturkan permintaan plat itu di luar dugaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyelesaikan pendaftaran online pada hari Sabtu lalu. Saya tahu ada ratusan orang yang akan bersaing untuk mendapatkan plat nomor untuk mobil baru, saya ingin mencoba atau tidak sama sekali," ujar salah seorang warga Beijing Wu Bin.
Pembatasan kendaraan ini membuat showroom mobil di Beijing sepi. Satu showroom mengaku tidak dapat menjual satu unit mobil sejak pembatasan kendaraan diumumkan 24 Desember 2010 lalu.
"Kami pasti susah untuk mendapatkan untung tahun ini," ujar Li Hao, Sales Manager Chery, seperti dikutip AFP.
Li yang ditemani beberapa orang sales assistant terlihat lesu. "Penjualan dan penghasilan kami pasti turun, dan saya khawatir penghasilan dan pekerjaan saya sendiri, hampir semua sales memikirkan masalah ini," ujarnya.
Sebelumnya, untuk mengatasi kemacetan di Beijing, pemerintah Beijing hanya akan menerbitkan izin baru untuk 240.000 kendaraan tahun ini. Itu berarti hanya ada 20.000 mobil baru setiap bulannya.
Aktivis lingkungan menilai pemerintah Beijing telat mengambil keputusan.
"Ini adalah kebijakan yang telat. Aturan itu keluar ketika kemacetan dan polusi sudah tidak terkontrol," ujar Yang Ailun, Manajer Kampanye Greenpeace China.
Menurut Anda, bagaimana jika Jakarta meniru kebijakan serupa dengan Beijing?
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi