Faktor-faktor itu meski efeknya tidak akan terlalu besar tapi tetap saja menggangu kondisi kondusif pasar mobil nasional yang saat ini sedang membaik. Padahal industri di sektor otomotif menghidupi termasuk salah satu penyerap tenaga kerja.
Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Endro Nugroho mengatakan kalau pertumbuhan sektor otomotif ini sedang bagus-bagusnya, jangan dulu diganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dipertahankan di angka 6,5 persen dan dolar tetap ada dikisaran 9 ribuan. Dengan begitu, saya berharap industri ini tidak terganggu," ujarnya di Jakarta,
"Kalau tidak diganggu, tahun depan kita bisa tumbuh lagi, kita bisa jadi nomor 1 di ASEAN," tambahnnya.
Bila industri ini berkembang pemerintah juga yang akan diuntungkan. Sebab sektor ini menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Dari hulu hingga hilir, sektor
otomotif menafkahi jutaan orang.
Mulai dari vendor industri komponen, pabrik, showroom, bengkel hingga leasing banyak menyerap tenaga kerja. "Bayangkan berapa banyak orang yang menggantungkan hidup dari sektor ini," jelasnya.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Konvoi Fortuner-Alphard Masuk Area CFD, Ini Arti Pelat Nomor ZZ
Tarif Parkir Mobil di Jakarta Diusulkan Rp 60 Ribu/Jam, Pramono Bilang Begini
Iritnya Motor Matik Terbaru Honda, Jakarta-Bandung Cukup 2 Liter Bensin