Tak Diganggu Pajak Progresif, Industri Otomotif RI No 1 di ASEAN

Tak Diganggu Pajak Progresif, Industri Otomotif RI No 1 di ASEAN

- detikOto
Rabu, 29 Des 2010 17:00 WIB
Tak Diganggu Pajak Progresif, Industri Otomotif RI No 1 di ASEAN
Jakarta - Pasar mobil di Indonesia sedang gembira dengan lonjakan penjualan yang signifikan. Tapi tahun depan industri otomotif dipastikan akan direcoki oleh sejumlah isu mulai dari pencabutan subsidi BBM sampai pajak progresif.

Faktor-faktor itu meski efeknya tidak akan terlalu besar tapi tetap saja menggangu kondisi kondusif pasar mobil nasional yang saat ini sedang membaik. Padahal industri di sektor otomotif menghidupi termasuk salah satu penyerap tenaga kerja.

Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Endro Nugroho mengatakan kalau pertumbuhan sektor otomotif ini sedang bagus-bagusnya, jangan dulu diganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berharap pasar tetap kondusif. Progresif tax dan pencabutan subsidi memang mengusik, tapi kita bisa berharap laju inflasi bisa dikendalikan, BI Rate
dipertahankan di angka 6,5 persen dan dolar tetap ada dikisaran 9 ribuan. Dengan begitu, saya berharap industri ini tidak terganggu," ujarnya di Jakarta,

"Kalau tidak diganggu, tahun depan kita bisa tumbuh lagi, kita bisa jadi nomor 1 di ASEAN," tambahnnya.

Bila industri ini berkembang pemerintah juga yang akan diuntungkan. Sebab sektor ini menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Dari hulu hingga hilir, sektor
otomotif menafkahi jutaan orang.

Mulai dari vendor industri komponen, pabrik, showroom, bengkel hingga leasing banyak menyerap tenaga kerja. "Bayangkan berapa banyak orang yang menggantungkan hidup dari sektor ini," jelasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads