"Saya memang menyukai mobil klasik, tapi untuk ajang ini saya tidak
mempunyai mobil favorit. Karena untuk sekarang sih saya hanya menjadi penonton saja. Waktu dulu saya masih sekolah di Jerman saya mengendarai Porsche 911 R classic tahun 1972. Kalau sekarang saya hanya bisa mengagumi," ujarnya.
Fauzi Bowo mengaku terkesan dengan pameran mobil klasik ini, karena ada unsur edukatif. Dia mencontohkan pada ajang ini mobil klasik dipugar kembali menjadi cantik tapi harus mengikuti aspek modern sehingga tidak mencemari lingkungan dan menambahkan polusi udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fauzi Bowo berharap pameran mobil klasik seperti ini dapat meningkatkan aspek perekonomian yang baik.
"Kalau ajang ini ada kaitannya dengan hobi dan penggemarnya berjumlah tidak sedikit. Sehingga ajang ini merupakan wadah untuk menyalurkan hobi, termasuk juga dalam menjaga value pasar otomotif di Indonesia," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?