EV-neo merupakan skuter listrik yang dikembangkan untuk kalangan bisnis seperti jasa transportasi atau jasa pengiriman barang. EV-neo menawarkan sensasi berkendara tanpa emisi namun tanpa mengurangi power.
Motor listrik EV-neo setara dengan mesin motor berkapasitas 50 cc, namun meski kecil, motor ini diyakini Honda bisa mengangkat beban berat dan menaiki tanjakan dengan mudah. Sistem remnya juga sudah menggunakan Combined Brake System (CBS) khas Honda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada dua tipe EV-neo yakni EV-neo standar dan EV-neo Pro. Bedanya, EV-neo Pro menambahkan carrier yang lebih besar di bagian belakangnya, sehingga cocok untuk mengangkat barang seperti koran atau barang lainnya.
Total beban yang bisa diangkat 30 kg yakni dengan perincian 5 kg di bawah jok, 5 kg di depan, dan 20 kg di cargo bagian belakang. Selain di bagian belakang, keranjang untuk meyimpan barang juga dapat dilihat di bagian depan EV-neo Pro.
Di Jepang, motor listrik ini mulai dijual seharga 454.650 yen-574.350 yen (Rp 48 juta- Rp 61 juta) untuk EV-neo standar, dan 459.900 yen-579.600 yen (Rp 49 juta - 62 juta). EV-neo dengan baterai yang bisa diisi cepat harganya lebih mahal. Harga kedua baterai ini bisa berbeda sekitar Rp 1 juta.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer