CEO GM: Prius Mobil Orang Aneh

CEO GM: Prius Mobil Orang Aneh

- detikOto
Senin, 13 Des 2010 15:59 WIB
CEO GM: Prius Mobil Orang Aneh
Detroit - Jarang sekali ada CEO sebuah perusahaan mobil yang dengan terbuka mengeluarkan kritikan soal mobil keluaran pesaingnya.

Meski merupakan mobil ramah lingkungan terlaris di dunia, Toyota Prius dianggap CEO General Motors Daniel Akerson sebagai mobil yang aneh dan hanya untuk digunakan oleh orang-orang aneh saja. Chevrolet Volt yang merupakan mobil semi listrik milik General Motors pun dianggap berpenampilan jauh lebih baik.

"Kami melihat Toyota Prius sangat aneh. Dan saya tidak akan ditemukan meninggal di dalam Prius," ungkap CEO General Motors, Daniel Akerson seperti detikOto kutip dari USA Today, Senin (13/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lawan Toyota Prius yakni Chevrolet Volt yang diproduksi GM menurut Akerson memiliki penampilan yang 'jauh lebih baik'.

Namun sindiran bos GM itu pun langsung disambut sinis oleh Toyota. Juru bicara Toyota Wade Hoyt mengatakan mobil listrik pertama GM yang bernama EV1 jauh lebih buruk dari Toyota Prius.

Mobil yang dilepas pada medio 1990an dengan menggunakan merek Saturn ini diketahui memiliki banyak masalah. Selain tidak bisa diisi dengan cepat, mobil ini pun dianggap Hoyt sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan api ketika di-charge.

"Dia baru di sana (di GM), dia mungkin tidak ingat EV1. Toyota telah menjual lebih dari 2 juta Prius hibrid di seluruh dunia. Tidak mungkin mereka semua aneh," tukas Hoyt.

Tapi GM berdalih kalau EV1 merupakan mobil berteknologi tinggi di zamannya. Mobil ini memberikan banyak ide bagi perkembangan mobil listrik GM dikemudian hari, termasuk Volt.

Chevrolet Volt sendiri rencananya akan mulai disebar bulan ini dengan harga US$ 41.000 (Rp 369,7 jutaan). Harga itu termasuk murah untuk sebuah mobil listrik. Apalagi para pembelinya juga akan mendapat subsidi dari pemerintah federal Amerika sebesar US$ 7.500 (Rp 67,6 jutaan) ketika membeli mobil ramah lingkungan seperti Chevrolet Volt ini.

Di bagian lain pidatonya, Akerson meminta pemerintah AS untuk mengendorkan aturan soal pembayaran gaji bagi eksekutif di AS.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads