"Tujuannya kan untuk mendorong pengurangan subsidi karena banyak yang mampu beli Pertamax tapi malah beli Premium, jadi tujuannya bagus. Kami tidak keberatan," ungkap Ketua Umum Volkswagen Indonesia, Soeyono di Dapur Sunda, Pancoran, Jakarta, Kamis (9/12/2010).
Menurut Soeyono saat ini penggunaan Premium memang menimbulkan banyak kontroversi. Banyak pemilik mobil yang sebenarnya mampu membeli Pertamax malah membeli Premium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, pria yang merupakan petinggi TNI dengan pangkat terakhir Letjen TNI (Purn) ini menuturkan kalau secara spesifikasi mobil-mobil VW meski berusia tua tidak memiliki masalah bila harus mengkonsumsi bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax atau Shell.
"Dari segi teknis tidak ada masalah diisi Pertamax, paling setelannya saja yang diubah. Dampaknya paling hanya di kantong saja," imbuh mantan Kasum (Kepala Staf Umum) ABRI dan ajudan Presiden Soeharto pada periode 1985-1989 ini.
Jenderal yang memiliki beragam mobil VW berusia tua ini pun yakin, kebijakan yang diambil pemerintah itu secara teknis tidak akan mengganggu kelangsungan hidup mobil VW berusia lanjut.
"Tidak ada masalah sama sekali. Dan karena tujuannya bagus, kita akan dukung," pungkasnya. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas