"Ada beberapa masalah yang harus kita pikirkan ketika ingin memasukkan sebuah mobil kesini. Yang paling nyata adalah masalah kualitas bahan bakar ini," ujar Vice President Director Sales and Marketing Teddy Irawan di sela-sela media preview Nissan Elgrand, Rabu (20/10/2010) malam.
Mobil yang akan masuk ke Indonesia pada triwulan pertama tahun 2011 ini menurut Teddy sedang dalam tahap finalisasi di sektor mesinnya untuk mampu meminum bensin yang ada di Indonesia. Bukan apa-apa, standar emisi di Jepang saat ini sudah mencapai Euro4 sementara Indonesia masih Euro2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menyesuaikannya tanpa mengurangi spesifikasi mobil," kata Teddy.
Proses penyesuaian ini sendiri menurut Teddy sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu dan hampir selesai. "Tidak banyak, hanya mapping ulang ICU dan urusan emission ini," pungkasnya.
Nissan Elgrand yang akan mendatangkan adalah varian tertinggi yang dimiliki Elgrand yakni New Elgrand Highway Star Premium dalam bentuk utuh CBU (Completely Built Up) dari Jepang.
Varian ini diperkuat mesin berkapasotas 3.5 liter VQ35DE yang memiliki daya maksimum mencapai 206kW (280PS) pada 6.400 rpm sementara torsi maksimum mencapai 344 Nm(35.1kgfm) pada 4.400 rpm.
Namun karena dimasukkan dengan mengambil fasilitas dari perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Jepang terkait kendaraan dengan mesin 3.000 cc keatas, harga Elgrand pun menjadi sangat kompetitif yakni hanya di bawah Rp 900 jutaan.
Dengan harga segitu, Nissan yakin mampu menyaingi Toyota Alphard yang saat ini masih menjadi pemimpin pasar MPV premium serta Mercedes-Benz Viano.
(syu/ddn)










































