Seperti dilaporkan Toyota Shimbun Daily dan dikutip Reuters, Kamis (14/10/2010) penundaan ekspor Corolla dari Jepang itu akan dimulai sekitar tahun 2013. Untuk mengisi Corolla yang kosong dari Jepang itu, Toyota dilaporkan akan mengalihkan produksinya ke negara lain di luar Jepang.
Penguatan yen yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir membuat perusahaan yang melakukan ekspor ke luar Jepang mengalami kerugian cukup besar karena menjadi tidak kompetitif. Mereka kini mencari cara untuk membuat barang di luar Jepang. Seperti yang dialami Toyota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal Corolla merupakan sedan terlaris Toyota yang dibuat di 15 negara. Pada 2009 lalu, Toyota memproduksi 235.000 Corolla di Jepang. 60 persen diantaranya diekspor. Toyota juga membuat 815.000 Corolla di luar Jepang.
Juru bicara Toyota Paul Nolasco menuturkan, Toyota terus mengoptimalkan struktur produksi globalnya, namun Toyota belum memikirkan untuk mencari pabrik baru di luar Jepang untuk menutupi kekosongan Corolla yang diekspor dari Jepang.
Namun Toyota direncanakan untuk memulai produksi Corolla di pabrik baru Mississippi mulai musim gugur tahun 2011 setelah pabrik sebelumnya di AS yakni pabrik California ditutup beberapa waktu lalu.
(ddn/ddn)










































