Indonesia masih belum memiliki mobil nasional yang memiliki cakupan pasar yang luas.
Melihat kondisi seperti itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto pun gerah. Apalagi bila melihat kenyataan mobil-mobil hasil pabrikan luar tersebut memenuhi dan membuat macet jalan-jalan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiap hari macet. Sebentar lagi mungkin kita nggak bisa bergerak. Oleh karena itu saya mendukung ibukota pindah dari Jakarta. Tapi kalau kita punya uang," imbuhnya.
Wacana pemindahan ibukota dari Jakarta akibat berbagai masalah terutama kemacetan yang terus menggurita memang masih bergulir. Prabowo pun mendukung gagasan tersebut, namun dengan syarat anggaran yang cukup.
Mantan Danjen Kopassus tersebut menegaskan, pemindahan ibukota harus dibarengi dengan perbaikan kondisi keuangan negara. Selama ini, anggaran pemerintah selalu defisit sehingga perlu perencanaan matang soal wacana tersebut.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memunculkan tiga opsi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Pertama, membenahi Jakarta dengan membangun segala prasarana dan sarana transportasi yang baru di permukaan, di bawah permukaan, di atas permukaan.
Opsi kedua, melakukan pemisahan antara ibukota negara dan pusat pemerintahan. Ketiga, membangun ibukota yang baru. Ketiga opsi itu, masing-masing memiliki kelemahan dan kekurangan namun wajib diputuskan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi