Suzuki Siapkan Mobil Murah untuk Hadapi Tata Nano

Suzuki Siapkan Mobil Murah untuk Hadapi Tata Nano

- detikOto
Rabu, 22 Sep 2010 13:29 WIB
Suzuki Siapkan Mobil Murah untuk Hadapi Tata Nano
Jakarta - Produsen mobil Suzuki sejak lama begitu perkasa di negeri India. Namun beberapa tahun belakangan dominasi mereka sedikit demi sedikit tergerus, apalagi setelah hadirnya Tata Nano.

Terang saja produsen asal Jepangh itu tidak akan tinggal diam. Pabrikan berlambang huruf S ini pun dikabarkan sedang menyiapkan beberapa rencana agresif untuk meraih kembali dominasi mereka.

Setelah sebelumnya kolaborasi India dan Jepang yakni Maruti Suzuki sudah berhasil melahirkan Suzuki Alto yang mengunakan bahan bakar gas CNG, Suzuki ternyata belumlah puas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab kini Maruti Suzuki kabarnya sedang menyiapkan sebuah Suzuki Alto termurah yang ditargetkan akan mampu melawan mobil murah Tata Nano.

Tidak tanggung-tanggung, generasi kelima Suzuki Alto yang di India sana dinamakan A-Star tersebut kabarnya akan berharga lebih murah hingga lakh Rs 2,53 atau sekitar Rp 49,2 jutaan.

Saat ini Suzuki Alto termurah dibekali mesin 800 cc dengan tiga silinder tanpa menggunakan Air conditioning (AC) serta tanpa power steering. Namun begitu versi standar Tata Nano ternyata masih lebih murah 1,3 lakh.

Lalu bagaimana Suzuki Alto bisa melawan Tata Nano? Untuk ambisinya itu, Suzuki kabarnya sudah senjata rahasia yakni sebuah Suzuki Alto super murah yang hanya diperkuat mesin dua silinder. Kode nama mesin tersebut adalah YP3 yang sudah mulai dipersiapkan segala kebutuhan produksinya.

Rencananya Suzuki Alto super murah yang akan menjadi lawan Tata Nano ini akan segera dikeluarkan pada semester kedua 2011 mendatang. Meski begitu, pihak Maruti Suzuki belum bisa dimintai tanggapan mengenai hal ini.

Tapi ada kabar yang mengatakan kalau mobil murah Suzuki Alto ini adalah reinkarnasi dari Maruti 800 yang merupakan mobil termurah dan terlaris milik Maruti sebelum predikat itu direbut Suzuki Alto.

Namun sayangnya, Maruti 800 ternyata 'dimusuhi' di 13 kota di India karena tidak mampu memenuhi standar emisi India Bharat Stage IV.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads