Pertamina Masih Tersangka, Belum Jadi Terdakwa

Fuel Pump

Pertamina Masih Tersangka, Belum Jadi Terdakwa

Syubhan Akib - detikOto
Rabu, 01 Sep 2010 07:53 WIB
Pertamina Masih Tersangka, Belum Jadi Terdakwa
Jakarta -

Fenomena fuel pump jebol diduga terjadi bukan karena buruknya kualitas Premium dari Pertamina, melainkan diduga akibat ada 'sesuatu' di sektor distribusinya.

Sebab untuk urusan kualitas, Premium yang dijual oleh Pertamina mutunya dijaga betul.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Agus Budi Hartono dalam sebuah diskusi di FCone, FX Sudirman, di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat kejadian kemarin, Premium bermasalah. Saya curiga masalahnya di arah sini (distribusi). Karena kalau yang rusak pertamina saya jamin setengah mobil di Jakarta rusak," ungkap Agus sambil menunjuk tabel distribusi Premium.

Agus lalu bercerita, dahulu di sektor distribusi memang selalu bermasalah. Terkadang ketika mengirim bensin ke SPBU ada satu sampai dua drum bensin yang diambil untuk kemudian ditukar dengan minyak tanah.

"Bayangin harga minyak tanah dulu Rp 3.000 sedang Premium sudah Rp 4.500. Di situ ada selisih Rp 1.500 perliter yang bisa diambil untung," ujarnya.

Tapi kini Agus mengklaim aksi tersebut sudah banyak berkurang. Sebab harga minyak tanah untuk oplosan harganya malah lebih mahal dari Premium.

"Sekarang kalau kualitas jarang diutak-utik, paling mereka main takaran saja," tambah Agus.

Karena itulah Agus mengaku heran dengan fenomena fuel pump yang beberapa waktu banyak terjadi.

"Saat ini tersangkanya kan Pertamina. Tapi kita sudah melakukan penelitian dan belum juga menemukan bukti yang cukup untuk menaikkan statusnya jadi terdakwa," begitu tutur Agus.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads