Sebab akan banyak pihak yang merasa akan dirugikan oleh keputusan pemerintah tersebut termasuk produsen roda dua itu sendiri.
"Kita saat ini sedang berdoa agar kebijakan itu tidak diambil. Kita juga belum tahu seberapa besar dampaknya, tapi yang pasti kita akan kena efek negatifnya," ujar General Manager Marketing Dept Head PT Wahana Makmur Sejati (WMS) yang merupakan diler utama motor Honda, Edi Setiawan di Jakarta, Kamis (27/8/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab kalau kebijakan ini memang jadi diambil maka pemerintah Jakarta menurut Edi sama saja menyelesaikan masalah tapi dengan menimbulkan masalah baru. "Jadi sama saja," imbuhnya.
Kebijakan ini pun dipastikan akan menuai protes, tidak hanya dari para penjual motor saja, masyarakat yang sehari-hari menggunakan motor sebagai sarana transportasi pun dipastikan akan memprotes kebijakan ini.
"Kalau mau, pemerintah seharusnya memperbaiki angkutan umum. Buat angkutan umum jadi lebih banyak dan nyaman, karena dengan begitu tanpa disuruh karyawan yang naik motor akan beralih ke angkutan umum," sarannya.
Rencananya, larangan kendaraan bermotor untuk melintas di jalan-jalan protokol akan diuji coba selepas Lebaran nanti.
"Sebelum arus balik," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono beberapa waktu lalu.
"Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mulai menggunakan sarana transportasi umum yang memang sudah disediakan," tambahnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi