Kedua produk andalan Toyota ini ditengarai memiliki cacat di sistem elektronik paling vital yakni ECU atau Engine Control Unit.
Regulator memperketat penyelidikan mereka dan memulai analisis teknik pada 18 Agustus lalu untuk memastikan hal tersebut di varian Corolla dan Matrix produksi tahun 2005, 2006 dan 2007 yang dijual di Amerika Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investigasi sebelumnya terhadap ECU mobil Toyota ini sebelumnya telah menemukan dua masalah yang potensial. Karena hal itu pulalah Toyota terpaksa harus menarik 11 juta kendaraan dalam satu tahun terakhir.
"Mesin ini dapat tiba-tiba mati tanpa peringatan dan tidak langsung restart," tulis NHTSA dalam situs resminya seperti dikutip Reuters, Selasa (24/8/2010).
Menanggapi hal itu juru bicara Toyota mengatakan kalau produsen mobil terbesar di dunia tersebut akan bekerja sama dengan NHTSA meski Regulatory Affairs Manager Toyota Amerika Utara Chris Santucci tidak percaya hal itu terjadi dan ada hubungannya dengan keselamatan. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?