Geely yang membeli Volvo dari Ford mengharapkan produsen mobil Swedia yang selama ini dikenal paling concern terhadap fitur-fitur keselamatan ini mampu membuat sebuah sedan yang mempu bersaing dengan BMW seri 7 dan Mercedes-Benz S-class.
"Kami ingin membuat mobil dengan tingkat yang lebih tinggi untuk bersaing dengan Mercedes-Benz S-Class dan BMW seri 7. Kami membutuhkan produk untuk bersaing di segmen itu," ujar Chairman Geely, Li Shufu seperti detikOto kutip dari Autonews, Rabu (11/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kenyataan itu, Volvo seharusnya bisa lebih progresif karena harga sedan Volvo S80 dimulai pada angka US$ 39.200, jauh lebih murah dari kedua rivalnya.
"Kalau Volvo dapat menjual 380.000 unit setiap tahun, bisnis akan menguntungkan, tetapi untuk unggul dalam kompetisi yang kita butuhkan adalah peningkatan dramatis dalam volume," katanya.
Geely sendiri baru saja mendapatkan Volvo dari tangan Ford, Li sendiri sebelumnya tidak pernah membayangkan hal itu bisa dilakukannya. Namun begitu, keperkasaan ekonomi China sekarang sangat progresif, bahkan bila ada brand-brand mobil berskala global ada yang dijual lagi, para pengusaha China pasti akan tertarik.
"Sangat sulit untuk menemukan merek yang baik seperti Volvo untuk dapat Anda beli," ujar Li. "Jika Mercedes-Benz ingin dijual, saya kira perusahaan-perusahaan Cina akan tertarik," tandasnya.
Di Indonesia Geely Ingin Seperti Toyota
Sementara itu di Indonesia, Direktur Pemasaran PT Geely Mobil Indonesia Richard Yang optimistis Geely akan maju pesat di Indonesia.
"Apalagi kita sudah didukung penuh dari Geely China untuk mengembangkan mobil Geely di Indonesia. Dan tidak lama lagi kita akan buka pabrik rakitan. Teknologi mobil Geely akan semakin sempurna dengan menggunakan teknologi mobil Volvo," kata Richard.
Richard mencontohkan jika salah satu produsen mobil Jepang yakni mobil Toyota dahulunya tidak sebaik saat ini. Mobil Toyota menurut Richard telah mengalami proses pengembangan hingga akhirnya berhasil mencapai di posisinya saat ini.
"Toyota 40 tahun silam seperti kita saat ini. Tapi sekarang Toyota sangat berbeda, produknya lebik baik. Itu karena Toyota telah menjalani proses ketahap sempurna, dan begitu pun dengan kita yang sedang mengalami proses," ujarnya.
Sementara terkait dengan purna jual, PT GMI kini sudah memiliki 10 main diler yang membawahi sekitar 35 diler di Indonesia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!