Hal tersebut diungkapkan oleh Assistant General Manager Technical Support Group PT Yamaha Motor Kencana Indonesia di Cilandak Town Square, Jakarta, Senin (2/8/2010) malam.
"Motor injeksi lebih hemat dari karburator. Hematnya sampai 10 persen lebih. Bayangkan saja kalau andai Jakarta pakai bensin 10 juta kiloliter perbulan, dengan pakai injeksi semua kan konsumsi jadi bisa di hemat sampai 1 juta kiloliter. Itu kan angka yang tidak sedikit," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada rentang waktu Januari sampai Juni 2009 tercatat 141.513 unit motor injeksi terjual. Angka itu meningkat menjadi 169.109 di rentang waktu yang sama tahun 2010.
Angka tersebut dirangkum dari empat motor injeksi yang beredar sebelum bulan Juni 2010 seperti Yamaha V-ixion, Honda Supra X 125 PGM Fi, Suzuki Shogun 125 hyper injection fi dan Kawasaki KLX 250.
Perolehan tersebut tentu akan makin meningkat di masa depan. Honda saja dalam dua bulan belakangan tercatat telah mengeluarkan dua motor baru yang sudah mengusung sistem pengabutan injeksi yakni PCX 125 dan Revo Techno AT.
"Kedepannya akan makin banyak berkeliaran motor injeksi di jalanan. Apalagi Yamaha juga sudah berkomitmen menambah jajaran motor injeksinya di masa depan," tambah Deputi GM Promotion and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Paulus S Firmanto.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?