Dan hebatnya, mobil yang diberi kelir putih tersebut ternyata hanya memakan waktu pembuatan selama tiga bulan lamanya. Itu pun mulai dari perancangan hingga perakitan mobil.
Nah, meskipun hal itu mereka lakukan dengan keterbatasan dana dan sumber daya yang langka. kemampuan mobil bertenaga matahari ini juga sudah lumayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bagian belakang mobil terdapat panel solar yang mampu menyerap tenaga matahari yang kemudian menyimpannya di baterai. tapi bila keadaan cuaca sedang mendung, si mobil matahari ini pun juga bisa di charge dengan listrik rumah.
"Kami hampir tidak memiliki industri, sehingga hampir semua polusi yang ada berasal dari kendaraan (bukan pabrik)," ujar direktur departemen teknik mesin Dr Zahdi Salhab seperti detikOto kutip dari The Telegraph, Kamis (22/7/2010).
Salhab berharap dengan lahirnya mobil ini, Universitas dapat menarik dana untuk biaya pengembangan lebih lanjut sehingga mobil matahari tersebut dapat digunakan di Tepi Barat.
"Akan butuh biaya sekitar US$ 4.000 (hanya Rp 36,2 jutaan) untuk membangun mobil ini, tetapi kita perlu dua kali lipat untuk membangun sebuah mobil nyata yang memiliki berperforma lebih baik, lebih cepat, mampu pergi lebih lama dan dapat pergi di semua kondisi," jelasnya.
Nah ada yang mau menyumbang?
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!