Honda Optimistis Revo Techno Laris

Honda Optimistis Revo Techno Laris

- detikOto
Selasa, 20 Jul 2010 15:38 WIB
Honda Optimistis Revo Techno Laris
Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) sepertinya yakin bebek matik anyarnya, Honda Revo Techno AT bakal diterima pasar Indonesia. Terbukti target 3.000 unit perbulan pun mereka canangkan untuk motor barunya ini.

"Target penjualan motor ini mencapai 3.000 unit per bulan," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Julius Aslan di sela-sela peluncuran di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (20/7/2010).

Bila dilihat secara jumlah, angka tersebut memang tidak terlalu besar. Tapi ternyata tujuan Honda meluncurkan motor ini ternyata memang bukan sebagai volume maker, melainkan sebagai image maker.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maksudnya, dengan lahirnya Revo Techno AT, Honda berharap image honda sebagai pemimpin teknologi terdepan.

"Dan dengan hadirnya Revo Techno AT ini kami berharap pangsa pasar Honda di segmen cub (bebek) bisa bertambah 1-2 persen," tandas Presiden Direktur PT AHM Yusuke Hori.

Revo Techno AT sendiri dibekali mesin 110cc yang sudah dilengkapi transmisi otomaris dengan teknologi CV-Matic serta menggunakan sistem pengabutan injeksi.

Spesifikasi Mesin


Mesin Honda Revo AT mengadopsi sistem pendinginan ganda yaitu pendinginan udara untuk CVT dan pendinginan ruang mesin dengan oli sama seperti mesin motor bebek.

Sistem ini diyakini efektif untuk panas dalam mesin sehingga temperatur mesin tetap stabil, terutama saat macet, dan perjalanan jauh.

Posisi lubang untuk pendinginan udara menghadap ke atas sehingga mengurangi risiko masuknya air ke dalam mesin jika menerjang banjir.

Sepeda motor baru Honda ini menggunakan mesin 4 tak 110 cc dengan teknologi EFT (Efficient & low Friction Technology) yang berfungsi untuk meminimalkan gesekan antar komponen mesin. Selain itu mesin Honda Revo AT juga dilengkapi dengan teknologi sistem Fuel Injection baru generasi ketiga dengan penambahan sensor O2, dan catalytic converter.

Sistem ini menurut Honda akan membuat kerja mesin lebih optimal dan tahan lama, konsumsi bahan bakar lebih hemat dan emisi gas buang rendah yang memenuhi standar Euro 2.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads