Para pencuri berpikiran kalau warna seperti pink adalah warna yang tidak populer di masyarakat dan karenanya akan membuat harga jual mobil menjadi lebih rendah dibanding warna-warna populer seperti hitam atau silver misalnya.
Sebab warna adalah salah satu kunci di dunia otomotif. Makin populer warna tersebut, makin rentan mobil itu terkena insiden pencurian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vollaard yang meneliti keterkaitan antara warna dan tingkat pencurian ini menjelaskan kalau rata-rata mobil yang digunakan dalam warna populer dapat dijual seharga Rp 9 juta lebih tinggi dari mobil yang sama tapi dengan warna yang kurang populer.
Apalagi kalau mereka mencuri mobil dengan warna yang umum, si pencuri akan lebih mudah tidak di kenali oleh polisi dibanding bila mereka mengendarai mobil dengan warna ngejreng.
Dalam penelitian Vollaard di Belanda, mobil dengan warna-warna populerlah yang memiliki tingkat ketercurian tertinggi. Mobil dengan warna hitam menjadi warna yang paling banyak dicuri disusul warna silver, biru, hijau, coklat, jingga (orange), putih, ungu, kuning dan merah.
Merah muda alias pink menempati urutan terbawah dalam penelitian Vollaard tersebut. Nah bagi Anda yang memiliki mobil berwarna pink, berbahagialah karena anda cenderung tidak perlu terlalu merasa was-was mobil Anda dicuri atau tidak.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak