Harapan tersebut dicetuskan Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS Herman Sasongko kepada detikOto Selasa (13/7/2010).
Herman menegaskan, jika tidak ada dukungan dari pihak lain, maka Sapu Angin 2 terancam hanya sekedar mobil konsep saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Irit sudah dan tinggal kekuatannya saja ditingkatkan. Maka dari itu kita butuh dukungan," harapnya.
Sementara berbicara tentang SDM, Herman menyakini SDM di tanah air sudah mencukupi. "Sumber daya ada, sekarang tinggal me-manage saja," cetusnya.
Ia pun tidak ingin ketinggalan dengan Malaysia yang sudah memiliki mobil nasional lewat Proton. "Kalau untuk sekedar buat Proton kita juga bisa, tetapi ya itu dia. Tidak ada dukungan," kekehnya.
Untuk mendukung terciptanya mobnas Sapu Angin, pihak ITS saat ini cukup siap untuk segala macam alat produksi yang dibutuhkan oleh mobil tersebut, dari alat burner, compresor hingga peralatan lainnya.
"Untuk peralatan yang dibutuhkan kita sudah siap, dan jika ada alat yang
dibutuhkan kurang kita bisa buat sendiri," ucap Herman.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Jangan Campur Pertalite dengan Pertamax Turbo, Pokonya Jangan!