Mobil ini adalah sebuah mobil listrik mungil yang berkecepatan rendah yang akan dibangun bukan di negeri ginseng, Korea melainkan di South Carolina, Amerika Serikat.
Untuk niatnya tersebut CT&T mengumumkan akan menginvestasikan US$ 21 juta untuk membangun pabrik pertama mereka disana. Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 30.000 mobil listrik pertahun, tapi untuk permulaan, CT&T akan membangun 10.000 mobil dulu pertahun dengan tenaga 370 pekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, kendaraan ini adalah yang terbaik untuk mereka yang tinggal, bekerja dan bermain di tempat yang sama. Hal yang saya anggap mengganggu industri mobil listrik sekarang adalah masyarakat menginginkan (mobil listrik) dapat melakukan hal yang sama dengan kendaraan bensin," ujar Chief Operating Officer 2AM Artie Perry yang menjadi patner CT&T seperti detikOto kutip dari Autoevolution, Rabu (14/7/2010).
Rencananya mobil Korea buatan Amerika ini akan dilepas dengan harga mulai dari US$ 13 ribu atau sekitar Rp 117,4 jutaan dan menyasar masyarakat perkotaan sebagai target konsumennya.
Mobil ini hanya bisa berjalan dengan kecepatan 45 km/jam dan mampu berjalan 70 km hanya dengan sekali charge berkat aplikasi baterai lithium ion. CT&T pun berharap mobil ini mampu menggebrak pasar mobil listrik di Amerika. Terlebih CT&T Amerika diprediksi masih menyimpan pasar hingga 38 juta konsumen.
"Saat anda baru menuju kemapanan, anda tidak bisa menjadi radikal dengan menghabiskan uang anda hanya untuk mengoperasikan mobil," ujar Chief Operating Officer CT&T Joseph White.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?