IIMS Tidak Cocok untuk Motor

IIMS Tidak Cocok untuk Motor

- detikOto
Rabu, 16 Jun 2010 09:44 WIB
IIMS Tidak Cocok untuk Motor
Jakarta - Rencana produsen mobil untuk bergabung dengan produsen motor di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) seperti bakal menemui jalan buntu. Bagi industri motor, IIMS tahun ini ternyata tidaklah efektif.

Hal tersebut diungkapkan olehΒ  Ketua Umum Asosiasi Industri sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata di Jakarta, Selasa (15/6/2010) malam.

"Timing IIMS tidak pas kalau buat motor," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab Gunadi beranggapan IIMS kali ini waktunya sangat mepet dengan event Jakarta Fair alias Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang saat ini masih berlangsung.

"PRJ digelar sampai bulan Juli, dan IIMS dimulai akhir Juli. Itu mepet sekali. Masa kita harus bikin stand baru yang beda dengan PRJ, padahal PRJ lebih bagus buat jualan, IIMS kan cuma untuk meningkatkan image saja," papar Gunadi.

Terlebih di akhir tahun nanti sekitar bulan Oktober atau November industri motor tanah air juga memiliki event motor tersendiri yakni Jakarta Motorcycle Show (JMS) yang akan selenggarakan di JCC.

"Jadi daripada kita maksain diri, mending kita tunggu JMS saja," tandasnya.

IIMS sendiri akan digelar di JIExpo Kemayoran pada akhir Juli sampai awal Agustus mendatang. JIExpo sendiri juga merupakan tempat perhelatan PRJ.

"Event kita itu (JMS) diselenggarakan 2 tahun sekali, jadi lebih baik kita tunggu itu. Tapi bila dimasa mendatang timing penyelenggaraan IIMS menurut kita bagus, tentu kita akan ikut meramaikan," pungkasnya.

Sementara itu Gunadi kembali menegaskan keyakinannya kalau pasar motor Indonesia akan mampu menyerap 10 juta unit per tahun pada tahun 2013 mendatang..

"Dan dengan jumlah populasi dan keadaan ekonomi mendatang angka itu akan terus menanjak naik. Paling lambat 2 tahun lagi kita bisa jual 10 juta unit pertahun," ujarnya.

Saat ini penjualan tahunan sepeda motor di Indonesia masih berkisar diangka 6 juta unit pertahun dan diperkirakan akan menjadi sekitar 6,2 juta unit di tahun 2010 ini.

"Saat ini perbandingan motor dengan manusia di Indonesia masih 1 banding 8, padahal di luar sudah berkisar di 1:4 atau 1:5, makanya potensi kita masih besar," bebernya.

Gunadi lalu menjelaskan dengan kondisi masa depan Indonesia, negara kita kemungkinan bisa mencapai perbandingan 1:3.

"Itu sangat mungkin terjadi," tegasnya.

Terlebih saat ini populasi motor di Indonesia masih berkisar di pulau jawa saja. Diperkirakan saat ini sudah terdapat 40 juta unit motor di seluruh Indonesia.

"Kalau kita anggap ada 100 juta orang di pulau Jawa, maka ada 140 juta orang lagi di luar pulau Jawa. Itu bisa dikatakan pasar masa depan kita," tandasnya.


(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads