Om Chia Waktu Muda Pemain Band

Om Chia Waktu Muda Pemain Band

- detikOto
Sabtu, 08 Mei 2010 14:36 WIB
Om Chia Waktu Muda Pemain Band
Jakarta - Siapa yang mengira legenda balap tanah air dan juga salah satu tuner handal nasional Michael Iskandar (Om Chia) tidak melulu jago mengorek mesin. Ternyata, sejak muda juga rajin main band.

Itu merupakan sebuah keistimewaan tersendiri buat Om Chia, terutama di mata para cucunya yang berjumlah 11 orang. Salah satunya seperti yang diutarakan David
Lim.

"Selain hobi pada mesin, opa juga suka main band waktu remaja dulu," ujarnya ketika ditemui detikOto di Rumah Duka, RSAD Gatot Subroto, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, tidak hanya tampil dimuka umum, setiap malam minggu, Om Chia tidak pernah absen untuk menggelar pertunjukan internal dengan nyanyi dan menari
bersama teman-temannya.

"Dan Opa biasanya yang memainkan gitar atau ukulele, dengan lagu-lagunya yang bernuansa Hawaii," tambah David.

Justru darah seni dan kegemaran Om Chia itulah yang menjadi inspirasi David, sehingga ketika ditanya apakah juga akan terjun ke dunia balap, ia hanya menggeleng.

"Saya hanya mau mengikuti darah seni Opa di bidangΒ  musik, biar itu yang lain saja," ujarnya.

Saat ini jenazah jagoan balap tersebut sedang disemayamkan di Rumah Duka RS Gatot Soebroto. Dan rencananya Om Chia akan segera dimakamkan pada hari Minggu mendatang di pemakaman San Diego Hills, Karawang.

Tidak hanya sang cucu yang tidak pernah terlibat dalam dunia balap bersama Om Chia, kompetitornya sekalipun di kancah balap nasional, yakni Bintang Racing Tim (BRT) pun mengakui kepiawaian Om Chia.

Tommy Huang, sang pemilik BRT, mengaku, sangat kehilangan dengan kepergian Om Chia. Karena biar bagaimanapun, Om Chia adalah orang pertama yang mengakui kehandalan CDI racing buatannya BRT.

"Dulu pas awal-awal, saat semua orang tidak ada yang mau pakai CDI BRT, Om Chia lah orang pertama yang mengakui dan menggunakannya," ujar Tommy di tempat yang sama.

Tommy HUang mengaku pertama kali kenal dengan Om Chia sejak tahun 2005 lalu, saat keduanya merasa memiliki kecocokan, dan menghabiskan banyak waktu berdiskusi soal pengembangan mesin 4 tak.

"Om Chia juga tipe-tipe mekanik yang tidak pelit ilmu, dia selalu senang mengajari orang lain," ujarnya.

Dan kesan pertama Tommy yang masih selalu dia ingat adalah ketika Om Chia mengaku senang telah bertemu dengan dirinya, sesama mekanik yang mendasarkan teori dalam mengembangkan mesin motor.

"Saya happy bertemu dia (Tommy), muda dan penuh semangat," ujar Tommy menirukan Om Chia.


(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads