Konsentrasi Pemerintah Terpecah dengan Mobnas

Konsentrasi Pemerintah Terpecah dengan Mobnas

- detikOto
Rabu, 07 Apr 2010 07:28 WIB
Konsentrasi Pemerintah Terpecah dengan Mobnas
Jakarta - Pasar mobil di Indonesia sejak beberapa tahun lalu bahkan 15 tahun ke belakang dianggap paling berpotensi di ASEAN. Bahkan bisa melebihi pasar otomotif Malaysia dan Thailand.

Sayangnya pemerintah Indonesia waktu itu berpikir bagaimana caranya memproduksi mobil nasional (mobnas). Pemikiran pemerintah pun jadi terpecah dan tidak terkonsentrasi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran New Toyota Vios di Ballroom Sampoerna Strategic Square di Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (6/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itulah yang membuat Indonesia menurut Johnny menghadapi kendala untuk menjadi pemimpin pasar mobil di Asia. "Faktor politik yang menentukan itu," imbuhnya.

Seiring jalannya waktu Indonesia sudah menunjukkan akan menjadi pemimpin pasar otomotif di ASEAN. Seperti melihat capaian penjualan mobil di Indonesia yang
terus berkembang seiring membaiknya perekonomian.

Sementara Thailand hanya cukup sekitar 700 ribu - 800 ribu unit per tahun dan tidak akan berkembang lagi. "Mereka sampai di situ saja dan tidak akan berkembang lagi, berbeda dengan Indonesia," ucapnya.

Sedangkan Indonesia lanjut Johnny masih bisa terus berkembang bahkan itu terlihat di awal 2010 (per Maret) dimana penjualan kendaraan telah mencapai 170.000 unit.

Johnny pun berkeyakinan penjualan mobil di tanah air padaΒ  2010 akan mencapai 560 unit hingga 600 unit atau kembali membaik seperti tahun 2008.

Bahkan bukannya tidak mungkin penjualan mobil di Indonesia akan mencapai 1 juta unit per tahun. "Pasar Indonesia tidak jelas bisa turun bahkan bisa saja naik. Di Indonesia besar kemungkinan akan mencapai 1 juta unit per tahun. Angka itu bisa saja di 2015," yakinnya.

"Dan itu tergantung pemerintah RI bagaimana memanfatkannya seperti memberikan regulasi, dan insentif," tutupnya.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads