Sayangnya pemerintah Indonesia waktu itu berpikir bagaimana caranya memproduksi mobil nasional (mobnas). Pemikiran pemerintah pun jadi terpecah dan tidak terkonsentrasi.
Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran New Toyota Vios di Ballroom Sampoerna Strategic Square di Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (6/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring jalannya waktu Indonesia sudah menunjukkan akan menjadi pemimpin pasar otomotif di ASEAN. Seperti melihat capaian penjualan mobil di Indonesia yang
terus berkembang seiring membaiknya perekonomian.
Sementara Thailand hanya cukup sekitar 700 ribu - 800 ribu unit per tahun dan tidak akan berkembang lagi. "Mereka sampai di situ saja dan tidak akan berkembang lagi, berbeda dengan Indonesia," ucapnya.
Sedangkan Indonesia lanjut Johnny masih bisa terus berkembang bahkan itu terlihat di awal 2010 (per Maret) dimana penjualan kendaraan telah mencapai 170.000 unit.
Johnny pun berkeyakinan penjualan mobil di tanah air padaΒ 2010 akan mencapai 560 unit hingga 600 unit atau kembali membaik seperti tahun 2008.
Bahkan bukannya tidak mungkin penjualan mobil di Indonesia akan mencapai 1 juta unit per tahun. "Pasar Indonesia tidak jelas bisa turun bahkan bisa saja naik. Di Indonesia besar kemungkinan akan mencapai 1 juta unit per tahun. Angka itu bisa saja di 2015," yakinnya.
"Dan itu tergantung pemerintah RI bagaimana memanfatkannya seperti memberikan regulasi, dan insentif," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan