Helm SNI Lebih Laku di Daerah

Helm SNI Lebih Laku di Daerah

- detikOto
Kamis, 01 Apr 2010 08:16 WIB
Helm SNI Lebih Laku di Daerah
Jakarta - Kebijakan menggunakan pelindung kepala alias helm yang sudah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) mulai dilaksanakan. Tapi uniknya, permintaan
helm ber-SNI ini ternyata lebih banyak datang dari daerah, bukan ibukota Jakarta.

Padahal ibukota memiliki populasi kendaraan roda dua yang lumayan banyak bila dibanding dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Gaung dan informasi mengenai aturan ini pun sudah lama didengungukan.

"Iya aneh, permintaan SNI malah banyak dari daerah meskipun saat ini kenaikannya belum signifikan dibanding tahun lalu," ujar Ketua Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) John Manaf kepada detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun begitu, John percaya di masa depan permintaan helm SNI ini akan naik seiring dengan diberlakukannya peraturan dan kesadaran masyarakat yang nanti
akan tumbuh.

"Saat ini volume produksi anggota-anggota AIHI bisa sampai 24 juta helm, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 14 juta. Jadi bila permintaan sudah mulai
naik, kami sudah siap," tandasnya.

John memperkirakan semester dua nanti pasar motor Indonesia, khususnya yang sudah menggunakan standar nasional Indonesia angka pertumbuhannya akan mulai
menanjak.

Saat ini di pasaran telah ada 19 merek helm yang telah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) seperti NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, INK, KYT, MDS, BMC, HIU, JPN,
BESTI, CROSX, SMI, SHC, OTOKOGI, CABERG, HBC dan Cargloss Helmet. "Sebentar lagi jumlah itu akan bertambah," ujar John.

Keyakinan bertambah sebab sudah banyak pihak yang mulai menyadari 'tanggal jatuh tempo' aturan penggunaan helm SNI yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 1 April mendatang atau tinggal beberapa jam lagi.

Bila pengendara masih membandel dan tidak mematuhi peraturan yang sudah tertuang di UU No 22 tentang lalu lintas, maka siap-siaplah untuk kena denda hingga Rp
250 ribu.



(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads