helm ber-SNI ini ternyata lebih banyak datang dari daerah, bukan ibukota Jakarta.
Padahal ibukota memiliki populasi kendaraan roda dua yang lumayan banyak bila dibanding dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Gaung dan informasi mengenai aturan ini pun sudah lama didengungukan.
"Iya aneh, permintaan SNI malah banyak dari daerah meskipun saat ini kenaikannya belum signifikan dibanding tahun lalu," ujar Ketua Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) John Manaf kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
akan tumbuh.
"Saat ini volume produksi anggota-anggota AIHI bisa sampai 24 juta helm, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 14 juta. Jadi bila permintaan sudah mulai
naik, kami sudah siap," tandasnya.
John memperkirakan semester dua nanti pasar motor Indonesia, khususnya yang sudah menggunakan standar nasional Indonesia angka pertumbuhannya akan mulai
menanjak.
Saat ini di pasaran telah ada 19 merek helm yang telah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) seperti NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, INK, KYT, MDS, BMC, HIU, JPN,
BESTI, CROSX, SMI, SHC, OTOKOGI, CABERG, HBC dan Cargloss Helmet. "Sebentar lagi jumlah itu akan bertambah," ujar John.
Keyakinan bertambah sebab sudah banyak pihak yang mulai menyadari 'tanggal jatuh tempo' aturan penggunaan helm SNI yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 1 April mendatang atau tinggal beberapa jam lagi.
Bila pengendara masih membandel dan tidak mematuhi peraturan yang sudah tertuang di UU No 22 tentang lalu lintas, maka siap-siaplah untuk kena denda hingga Rp
250 ribu.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas