"Bila seluruh elemen tadi bersatu dan memperhatikan benar masalah helm SNI ini, dengan sendirinya helm non-SNI akan berkurang jumlahnya," ujar Ketua Asosiasi
Industri Helm Indonesia (AIHI) John Manaf kepada detikOto.
Masyarakat pun lanjut John nantinya juga akan menyadari betapa pentingnya helm SNI, apalagi saat ini banyak sekali beredar helm-helm yang tidak jelas kualitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari delapan perusahaan itu telah ada sekitar 19 merek helm yang telah memenuhi standar nasional Indonesia seperti NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, INK, KYT, MDS, BMC,
HIU, JPN, BESTI, CROSX, SMI, SHC, OTOKOGI, CABERG, HBC dan Cargloss Helmet.
Aturan untuk menggunakan helm ber-SNI sendiri tertuang dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dimana para pelanggar ketentuan itu akan dikenai denda hingga Rp 250 ribu. Aturan ini sebenarnya mulai berlaku pada tahun lalu, namun diundur hingga setahun kemudian karena kurang sosialisasi. Apakah aturan ini bisa dijalankan?
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil