Namun para importir umum yang dihubungi detikOto mengakui mereka enggan merecall RAV4 yang mereka jual sebelum ada bukti kuat dari polisi.
"Kita tolak sampai ada bukti dari polisi," ujar Direktur Pemasaran PT Ayun Jaya Denny Soewarna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Showroom mobil CBU yang terletak di Jalan Danau Sunter Selatan itu mengaku masih memasarkan Toyota RAV4 meski terjadi recall besar-besar di pasar global seperti Amerika Serikat, China.
Denny menuturkan spesifikasi mobil Toyota RAV4 untuk AS dan China berbeda dengan mobil Toyota RAV4 yang dipasarkan di Indonesia.
"Kalau ada konsumen yang inden ya kita masukkan. Karena dari 2008 kita mulai tidak jual RAV4," imbuhnya.
Denny malah meminta PT Toyota-Astra Motor (TAM) ikut memperhatikan soal ini.
"Seharusnya pihak PT Toyota-Astra Motor bertanggung jawab juga, karena itukan merek Toyota juga," ujarnya.
Karena menurut dia hal itu menyangkut nama brand Toyota di tanah air. "Itu juga kan menyangkut nama brand Toyota. jadi sebaiknya TAM bertanggung jawab," ucapnya.
Sementara itu diler mobil CBU lainnya VIP Motors menilai jika memang harus merecall RAV4, hal itu adalah hal yang biasa. Mereka pun tetap akan melakukan penjualan RAV4 jika ada yang berminat.
"Tetap akan kita masukan kalau ada yang inden. Karena recall bagi konsumen adalah hal biasa. Mobil buatan pabrik kalau ada kesalahan pasti terjadi, jadi biasa-biasa saja," kata Branch Manager VIP Motors Fendy Kusumo.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan