Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat otomotif, Achdiat A Suhadi ketika berbincang dengan detikOto, Rabu (10/3/2010).
Pria yang akrab disapa Dodo ini menjelaskan untuk sampai ketahap penarikan kembali atau recall harus ditemukan kesimpulan yang didasarkan dari hasil penyelidikan olah tkp dan rekonstruksi kejadian terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dalam hal penyelidikan sebuah kendaraan menurut Dodo dikenal istilah potensi 'Failure Mode and Effects Analysis' yang berupakan tahapan yang harus dijawab sebelum kita mencapai kesimpulan.
"Harus diteliti dulu potensi dan indikasi kesalahan ada dimana, kapan saja terjadinya, indikasinya seperti apa, efeknya apa, akan menyebabkan apa dan bagaimana solusinya," jelas Dodo.
Dari pertanyaan-pertanyaan tadi, baru kita bisa menyipulkan apakah kendaraan ini perlu direcall atau tidak.
Penyelidikan terhadap Toyota RAV4 sendiri dilakukan terkait kecelakaan maut yang terjadi pada Jumat 26 Februari sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota RAV4 bernopol B 8095 NL yang ditumpangi 5 remaja itu mengarah dari jalan layang Kuningan menuju Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat.
Saat membelok, kendaraan tersebut menghantam pembatas jalan hingga akhirnya mobil tersebut terhempas dan menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan 2 orang kritis.
Polda Metro Jaya menenggarai selain karena faktor jalan dan manusia, kemungkinan kesalahan malah ada di mobilnya, khususnya pada pedal gas. Sebab dari tes yang dilakukan, pengemudi negatif mengkonsumsi alkohol atau pun narkoba.
"Polisi saat ini masih menyelidiki kemungkinan kesalahan pada produksi Toyota RAV4 tersebut," ungkap Kepala Seksi Kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi kepada detikOto, beberapa waktu lalu. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi