RAV4 yang beredar disini memang sudah dasarnya mengadopsi setir kanan seperti di Jepang dan Australia yang hingga saat ini tidak diberitakan ditarik (recall).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) Tommy R. Dwiandana ketika berbincang dengan detikOto, Selasa malam
(9/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Tommy menjelaskan bahwa sejak tahun 2005 silam Toyota sudah mengarahkan Avand Grade sebagai pengganti RAV4. Jadi kalaupun memang bermasalah, tentu Toyota sudah akan menarik mobil ini sejak lama.
"Kalau saya lihat dari kejadian dan lokasinya, besar kemungkinan itu terjadi bukan karena mobilnya," ujar Tommy.
Tommy menduga, pengemudilah yang menjadi penyebab kecelakaan itu. Sebab bila melihat lokasi kejadian
Di tikungan Rasuna Said menuju jalan Latuharhari didahului uleh turunan lalu tikungan tajam. Mobil naas itu pun menurut polisi yang menyidik kejadian tersebut
memang sedang dalam kecepatan tinggi. Diprediksi mobil melaju hingga ke kecepatan 120 km/jam.
"Di tikungan itu dan dalam kecepatan segitu, mobil apa pun dari merek apa pun kemungkinan besar pasti akan mengalami kecelakaan, tidak perlu pakai RAV4,"jelas
Tommy.
Kalau mau fair, menurut Tommy biarlah polisi bekerja lebih dahulu, jangan dulu berprasangka negatif. Biarkan polisi bekerja.
Kecelakaan maut itu sendiri terjadi pada Jumat 26 Februari sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota RAV4 bernopol B 8095 NL yang ditumpangi 5 remaja itu mengarah dari jalan layang Kuningan menuju Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat.
Saat membelok, kendaraan tersebut menghantam pembatas jalan hingga akhirnya mobil tersebut terhempas. Akibatnya 3 pemuda tewas, dan 2 selamat.
"Untungnya ada yang selamat, kita bisa tahu lebih detail mengenai keadaan sebelum kejadian dari dia," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India