Pemilihan sendiri akan dilangsungkan di konferensi Fami yang akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Jalan Gajah Mada, Semarang mulai Selasa 2 Maret 2010 sampai tiga hari kedepan.
"Pak Gunadi jadi kandidat paling kuat jadi Presiden FAMI berikutnya," ujar Ketua Bidang Komersil AISI Bambang Asmarabudi sesaat menjelang keberangkatan rombongan AISI ke Semarang di Stasiun Gambir Jakarta, Senin (1/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 90 peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Filipina, Jepang atau India yang datang. Tapi setahu saya belum ada yang mengajukan calon," jelasnya.
Selain proses pemilihan presiden FAMI, konfrensi multi bangsa ini pun juga akan membahas beberapa hal terkait masalah industri sepeda motor regional.
"Di konferensi ini akan dibahas beberapa hal seperti isu tentang keselamatan pengendara, dan pengguna jalan di jalan raya," ujar ketua AISI, Gunadi Sindhuwinata.
Selain itu isu harmonisasi spek kelayakan sebuah motor, edukasi tidak hanya masalah peraturan tapi juga masalah perawatan serta tukar pikiran soal isu lingkungan.
"Ini penting, apalagi perkembangan industri motor kan sudah semakin signifikan," pungkas Gunadi.
FAMI sendiri merupakan organisasi yang membernya merupakan asosiasi produsen motor se-Asia. Anggota FAMI antara lain AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia), JAMA (Japan Automobile Manufacturers Association Inc), MASAAM (Malaysia Motorcycle and Scooter Assemblers and Distributors), MDPPA (Motorcycle Development Program Participations Association), SMCTA (Singapore Motor Cycle Trade Association), TAIA (Thai Automobile Industry Association), dan TTVMA (Taiwan Transportation Vehicle Manufacturers Association).
Presiden FAMI saat ini adalah Dato Syed Mohamad Aidi dari MASA Malaysia. Gunadi sendiri kini menjabat sebagai salah satu Wakil Presiden FAMI.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan