Adalah sebuah perusahaan asal India, Metaltech Motor Bodies Pvt Ltd, yang
mempelopori hal tersebut dengan mengeluarkan sebuah kendaraan lapis baja bernama A-TAC yang berukuran sebesar kancil atau Bajaj.
Kendaraan lapis baja mungil yang anti peluru tersebut diperlihatkan dalam sebuah pameran senjata di New Delhi, India dan ditujukan untuk melawan
serangan-serangan teroris di tempat-tempat sempit seperti bandara, hotel atau stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah produk yang lahir dari rasa tak berdaya kita di atas jatuhnya korban dalam beberapa serangan. Kami meletakkan kepala dan hati kita bersama-sama dan datang dengan A-TAC," ujar Direktur JB Sehrawat seperti detikOto kutip dari autoevolution, Jumat (19/2/2010).
Pernyataan tersebut tidaklah aneh. Sebab lahirnya A-TAC memang dilihami dari serangan teroris di Bombay pada 2008 lalu yang menyerang hotel-hotel di India selama tiga hari lamanya dan menewaskan 166 orang.
Kendaraan lapis baja mini ini sendiri digerakkan dengan menggunakan tenaga
baterai dan dapat membawa dua petugas bersenjata lengkap. Baterai ini mampu
membawa petugas berjalan 25 km/jam selama sekitar 6 jam.
Sementara untuk harganya, Metaltech Motor Bodies Pvt Ltd membanderol A-TAC
dengan harga 2 juta rupee atau sekitar Rp 402,22 jutaan. Dan hebatnya, meskipun berukuran sangat kecil, A-TAC mampu menahan tembakan atau bahkan ledakan granat.
"Ini adalah konsep besar sebagai satuan tempur yang kompak untuk kebutuhan
hari," India's Defence Research and Development Organisation, KJ Rao.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini