Tapi melihat kenyataan tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) yang menjadi pemegang merek Honda di Indonesia sepertinya santai saja menanggapinya.
"Ah, itu biasa, produksi kita memang turun karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi," ungkap Senior General Manager Sales Division AHM Sigit Kumala ketika berbincang dengan detikOto, Rabu (17/2/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut sigit, ada alasan utama lain selain masalah waktu kerja ini yakni kesengajaan Honda untuk mengurangi angka produksi mereka karena di bulan Februari ini diluncurkan Absolute Revo dan Supra series dengan desain baru.
"Itu sebenarnya faktor yang utama kenapa angka produksi kami kecil, kan kami harus jaga harus produksi desain baru itu dan menjaga agar jangan sampai banyak desain lama di pasar," ujarnya.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di bulan Januari Honda hanya membukukan penjualan sebesar 216.176 unit atau meraih market share sebesar 43,03 persen.
Angka tersebut lebih kecil dari angka penjualan yang diraih oleh rivalnya Yamaha yang mengoleksi penjualan sebesar 239.740 unit dengan market share sebesar 47,72 persen.
Sementara Suzuki dan Kawasaki harus puas di urutan ketiga dan keempat karena hanya mampu menjual masing-masing 40.225 unit dan 6.279 unit dengan market share 8,01 persen dan 1,25 persen. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat