Tak terkecuali bagi Lexus. Lexus Indonesia melihat dengan kenaikan pajak tersebut akan menghambat dunia usaha.
"Wah gawat jika PPnBM naik 200 persen. Itu bisa mematikan bisnis kita. Dan kita tidak bisa mengindar," kata General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja di Gallery Lexus jalan Proklamasi no 35 Menteng, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini saja sudah tinggi, apalagi ditambah dengan pajak tinggi. Semakin tidak rasional harganya," keluhnya.
Ucapan yang sama dilontarkan Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darwaman seharusnya pemerintah arif dalam menentukan pajak PPnBM.
Soalnya Menurut Johnny dengan naiknya PPnBM tentu akan berimbas pada ATPM di dalam negeri. "Coba dievaluasi dulu akibatnya apa," ujarnya.
Johnny meminta Gaikindo lebih aktif lagi dalam melobi pemerintah.
"Gaikindo kan sebagai asosiasi kendaraan bermotor di Indonesia. Seharusnya dia menjadi mediasi antara pemerintah dan ATPM-ATPM. Hal itu menyangkut dengan keinginan ATPM dan pemerintah termasuk bagaimana dengan pajak-pajak kendaraan jika dinaikan," tandasnya.
Gaikindo seharusnya mencari solusi yang baik demi kemajuan bersama. "Soalnya penjualan otomotif sedang kembali menggeliat saat ini," cetus Johnny yang juga merangkap salah satu ketua Gaikindo ini.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter