Toyota akan mengungkapkan semua kerusakan atau cacat mobil yang sudah diperbaiki oleh Toyota.
Toyota diyakini merupakan produsen mobil pertama yang mau jujur mengungkapkan informasi mengenai masalah-masalah yang dialami mobilnya, termasuk masalah kecil sekalipun, seperti pintu mobil yang sulit ditutup atau kursi yang sulit digeser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir harian Jepang Yomiuri Shimbun dan dikutip AFP, Jumat (12/2/2010), Presiden Akio Toyota akan menjelaskan hal itu dalam kunjungannya ke Amerika Serikat pada Maret nanti. Tadinya Toyoda akan mengunjungi AS pada 10 Februari 2010 ini. Namun karena di AS terkena badai salju yang hebat, Toyoda menunda perjalanannya hingga Maret nanti.
Dengan pengungkapan perbaikan cacat mobil itu, Toyota berharap bisa meyakinkan para pengguna mobilnya kalau mereka betul-betul mengutamakan keselamatan.
Toyota di AS khususnya mengalami tekanan hebat untuk menjelaskan soal recall besar-besaran di AS. Kongres AS malah akan mengadakan hearing dengan pejabat Toyota terkait kasus itu pada 24 Februari 2010 nanti.
Pemerintah Jepang pun menyoroti masalah recall yang dilakukan Toyota. Secara tidak langsung, kasus itu mempengaruhi industri Jepang.
Menteri Transportasi Jepang Seiji Maehara berharap kepada cucu pendiri Toyota yakni Akio Toyoda untuk segera mengambil tindakan terhadap masalah yang sudah menjadi global tersebut.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/2/2010) Seiji meminta Toyoda segera mencegah hal ini agar tidak menjadi masalah diplomatik berkenjangan.
"Mengenai masalah penarikan kendaraan itu sangat penting, tetapi masing-masing negara perlu mempertimbangkan bagaimana masalah itu tidak menjadi masalah diplomatik," kata Seiji Maehara
Pemerintah AS masih melanjutkan penyelidikan pada Toyota Prius akibat sejumlah kecelakaan yang telah disebabkan oleh Toyota Prius Hybrid. Hingga saat ini telah 19 korban meninggal akibat sistem rem Toyota Prius yang dinilai kurang pakem ketika dipijak.
Sebelumnya Menteri Transportasi Amerika Serkat Ray LaHood terus menekan Toyota untuk melakukan koreksi terhadap masalah pedal gas di mobil Toyota. LaHood menuding Toyota kurang tanggap dan malah membuat permasalahan recall menjadi berlarut-larut. LaHood menilai kasus ini terjadi sejak 2007 lalu, namun dia menilai Toyota belum mengeluarkan tindakan yang cukup.
Hingga saat ini Toyota telah menarik lebih dari delapan juta kendaraan di seluruh dunia karena kesalahan pada pedal gas dan sistem rem. Mobil yang ditarik termasuk model populer seperti Camry, Corolla dan Prius.
Di Indonesia sendiri, Toyota hanya melakukan recall atas 13 Toyota Prius yang diimpor secara utuh dari Jepang, sementara untuk mobil lainnya, Toyota meyakinkan tidak ada yang mengalami cacat produksi.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?