Ada FTA, Karoseri Lokal Tetap Pede

Ada FTA, Karoseri Lokal Tetap Pede

- detikOto
Kamis, 14 Jan 2010 11:54 WIB
Ada FTA, Karoseri Lokal Tetap Pede
Jakarta - Industri karoseri lokal, terutama untuk kendaraan komersial bakal terancam eksistensinya dengan kebijakan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara China dan ASEAN. Namun, mereka ternyata tetap percaya diri bisa bersaing.

Hal tersebut diutarakan Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), David Herman Jaya. Menurutnya, selama pemerintah mendukung, ancaman persaingan dengan produk-produk karoseri China bukanlah ancaman berarti.

"Kita berharap pemerintah mau mendukung kita, dengan kebijakan-kebijakan khusus tentunya," ujarnya ketika ditemui di Intercontinental Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta,(13/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijkan tersebut, tambah David, bisa bisa berupa pembedaan mengenai pajak PPnBM, serta penghapusan bea masuk terhadap komponen-komponen yang mendukung karoseri nasional.

"China memang kualitasnya bagus, juga harganya murah, tapi kita optimistis bisa bersaing, yang penting pemerintah jangan terus-menerus menggunakan karoseri asing," tambahnya.

150.000 Karoseri Lokal Bisa Terjual

Sementara itu mengenai prospek industri karoseri, industri lokal masih tetap bergairah menyambut tahun 2010 ini.

Bahkan, bila di tahun 2009 lalu, penjualannya bisa tercatat sebanyak 120.000 unit, maka untuk tahun ini, industri karoseri lokal ditargetkan untuk bisa menjual sebanyak 150.000 unit.

"Karoseri lokal masih sangat berprospek tahun ini," ujarnya.

Syaratnya, ungkap dia, bila angkutan umum seperti bus dan mini bus, yang merupakan pengguna terbanyak karoseri, bisa tertib dalam melakukan peremajaan armadanya, yakni tiap 15 tahun sekali.

Meskipun pada kenyataannya, di jalan-jalan raya, masih banyak bus-bus yang tetap bisa beroperasi meskipun usianya sudah lebih dari 25 tahun. "Harusnya yang seperti itu ditertibkan, di China saja tiap 1 tahun sekali busnya diganti," tambah David.

Selain menyasar bus-bus angkutan umum tersebut, industri karoseri lokal juga menjadikan kendaraan seperti Colt diesel dan pickup sebagai komoditas untuk mendongkrak penjualan.

(bgj/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads