Chavez baru akan menghentikan ancamannya jika Toyota mau membuat mobil all terrain model 4x4 atau model rustic yang akan digunakan untuk transportasi umum di Venezuela.
"Apa ini? Toyota tidak mau membuat model rustic di sini? Kita harus memaksa mereka (Toyota). Jika mereka tidak mau, mereka harus cabut dari Venezuela dan diganti dengan perusahaan lain," ujar Chavez berapi-api seperti dikutip Reuters, Senin (28/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini dia beralih ke Toyota. Chavez murka dengan Toyota ketika mendapati di daerah miskin tidak tersedia mobil yang dimaksud.
Chavez memerintahkan Menteri Perdagangan Eduardo Saman untuk melaksanakan sebuah inspeksi di Toyota, dan memperingatkan perusahaan-perusahaan lain, mereka harus mulai berbagi teknologi dengan Venezuela.
"Anda memberitahu orang-orang di Toyota bahwa mereka harus menghasilkan model ini dan kita akan menerapkan kuota, dan jika mereka tidak bertemu, kami akan menghukum mereka," katanya kepada Saman, sambil menambahkan bahwa negara tidak akan ragu untuk Toyota mengambil alih fasilitas dan membayar kompensasi yang sesuai.
Toyota Minta Bantuan Pemerintah Jepang
Setelah pidato Chavez itu muncul, Toyota telah meminta bantuan pemerintah Jepang untuk mengonfirmasi maksud Chavez. Seperti diutarakan juru bicara Toyota Yuta Kaga di Tokyo, Toyota mengaku belum pernah dihubungi Chavez soal isu ini.
Juru bicara Toyota unit Venezuela, yang mengoperasikan sebuah pabrik perakitan di Sucre, tidak tersedia untuk komentar pada hari Kamis. Tapi sebuah sumber di perusahaan mengatakan bahwa Toyota telah berhenti merakit mobil yang dimaksud Chavez yakni Land Cruiser 70 pada tahun 2007, namun penghentian produksi itu sudah diketahui oleh pemerintah Chavez. (ddn/tbs)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih